Unforgetable Moment at Shirakawa go

Setelah mendapatkan salju pertama di Kanazawa sebelumnya lalu kemudian saya menginap di Toyama, pagi pagi sudah siap untuk perjalanan menuju Shirakawa go. Sebenarnya saya menyesal sampai hari ini karena melewatkan waktu untuk dapat mengunjungi Starbucks yang ada di Toyama. Konon Starbucks di Toyama ini adalah Starbucks terindah di dunia.

Saya liat foto beberapa teman saya yang bela belain mampir kesana tapi karena foto diambil kurang maksimal, gak terlalu tampak keindahannya. Saya hanya lihat bangunannya penuh dengan kaca kaca.Tapiiiiiii ……… saat akan posting ini, saya sengaja searching di Google, oemjiiiii …. MENYESAL ! ini starbucks Kereeeenn bangeett, ngeett … ngeettt … ! Ini foto saya dapat dari Google dan sumbernya adalah http://www.morimoridx.cocolog-nifty.com

Gimana, kereeen kan ?! Ada yang udah pernah ke sini kah? Semoga saya dikasih rejeki dan usia untuk bisa ke sini nanti. Sama suami dan anak anak sih pengennya, hehe … aamiin … Nah berbekal rasa kecewa, saya bener bener jaga kondisi badan. Setelah istirahat dan minum obat plus vitamin, pagi itu saya emang siap banget deh buat menjelajah Shirakawa.

Diinformasikan oleh tour guide kita bahwa kondisi cuaca di Shirakawa go lebih dingin daripada Toyama dan bener aja, minus 4 hehe. Kita pake bis dari Toyama ke Shirakawa gak sampe 1 jam. Dalam perjalanan, berkali kali mengucap syukur … betapa saya melihat salju dan pemandangan yang indah sepanjang jalan. Hampir sepanjang jalan tertutup salju dan di tengah perjalanan mulai turun lagi hujan salju.

Ini semacam mimpi menjadi kenyataan. Doa dikabulkan 🙂 Karena kalo seandainya lihat di perkiraan cuaca bulan Maret apalagi minggu ke 2 itu udah masuk semi, tapi ini saya sejak hari pertama sudah dapat hujan salju. Saya yang datang dari keluarga biasa saja gak pernah berkhayal bahkan mimpi untuk bisa lihat salju apalagi merasakan hujan salju, tapi Alhamdulillah Allah SWT kasih saya rejeki indah seperti ini 🙂

Sampai di Shirakawa go, pedesaan ini benar benar masih tertutup salju 😀 Senaaaang bukan kepalang hahaha ndeso ya! Tampaknya Shirakawa go ini memang sedang jadi tempat wisata yang sedang ‘naik daun’ ya. Kami sudah pagi sekali rasanya sampai sini, tapi ternyata sudah ada beberapa bis yang parkir dan semakin lama semakin banyak bis yang berdatangan.

Shirakawa ini adalah sebuah desa yang letaknya ada di prefektur Gifu. Tau kan ya kalo di Jepang ini terdiri dari prefektur prefektur. Sewaktu pertama kali memutuskan Shirakawa ini menjadi salah satu tujuan utama trip kali ini, bos Jepun saya sudah bilang kalo desa ini masuk ke dalam salah satu UNESCO World Of Heritage. Desa Shirakawa terletak di lembah dan terdapat sebuah sungai yang mengalir yaitu sungai Shōkawa.

Menuju kompleks pedesaan indah ini dari parkiran bus, kita akan melewati jembatan. Menurut tour guide kami, spot ini merupakah salah satu spot yang paling banyak digunakan untuk berfoto. Sebagai wong ndeso, ya saya ikutlah ya foto foto di jembatan ini, walopun deg degan juga sik … secara itu jembatan goyang goyang kalo dilewatin orang 😀

Begitu sampai di kompleks pedesaan nya, salju dimana manaaa 😀 *joget* Melihat masih tingginya lapisan salju saat saya berkunjung ke sana, gak heran dong ya yang katanya Shirakawa ini merupakan salah satu tempat yang paling banyak menerima salju di Jepang. Salah satu yang membuat Shirakawa go ini terkenal adalah rumah tradisional nya yang bernama gassho-zukuri yang kalo di terjemahkan dalam bahasa adalah ‘konstruksi tangan berdoa’. Itulah kenapa ciri khas dari atas rumah di Shirakawa miring seperti tangan orang sedang berdoa.

Atap dari rumah di pedesaan ini terbuat dari jerami yang sangat tebal. Katanya, jerami ini sengaja dibuat untuk mengurangi hawa dingin saat musim salju. Katanya lagi, semua atap rumah di pedesaan ini menghadap ke timur dan barat. Aneh gak sih? Enggak kan ya? hehe … ternyata hal tersebut memang dibuat seperti itu agar salju yang menempel diatas dapat segera mencair jika terkena sinar matahari saat musim dingin mulai berakhir.

Apa keunikan lain dari gassho-zukuri ini? Ituloh kayu kayu yang membentuk rumah ini. Semua kayu yang membentuk rumah ini tidak ada satupun yang dipaku loh. Trus disatuinnya pake apa? Pake tali ! Tali ini terbuat dari jerami yang dijalin yang disebut “neso”. Ini adalah istilah untuk cabang pohon yang dilunakkan.

Karena Shirakawa ini termasuk dalam salah satu UNESCO world of heritage, selain sisi positif desa ini menjadi incaran para turis ada konsekuensi lain yang didapatkan oleh para penduduk di desa ini yaitu para penduduk atau warga desa Shirakawa gak bisa seenaknya melakukan renovasi rumah mereka. Demi untuk menjaga kelestarian desa inilah maka oleh pemerintahnya dibuat aturan seperti itu.

Selain keunikan rumah di Shirakawa ini ada keunikan lain yang menjadi ciri khas dari Shirakawa ini yaitu sebuah tradisi yang dinamakan “yui“. Yui ini adalah tradisi penggantian atap rumah. Biasanya dilakukan setiap 20-30 tahun sekali. Nah tradisi ini pun menjadi perhatian para turis juga. Kenapa? karena tradisi ini biasanya dilakukan kurang lebih oleh 200 orang secara bergotong royong dan tidak jarang para turis ikut membantu sebagai tambahan pengalaman unik. Kenapa sebanyak itu orangnya yang bantu melakukan penggantian itu? karena diharapkan dapat selesai maksimal 2 hari agar pemilik rumah dapat segera beraktivitas normal kembali.

Mungkin karena tradisi yang sarat dengan kebersamaan dan gotong royong inilah yang menjadi satu dari sekian alasan kenapa Shirakawa begitu ‘cantik’ dan unik sehingga bisa masuk dalam unesco world of heritage.Sebenarnya selama periode Januari – Februari dimana salju sedang berada pada titik tertinggi di Shirakawa ini ditetapkan 7 hari khusus Shirakawa ini bermandikan cahaya lampu pada malam hari. Hal ini terkenal dengan nama iluminasi musim dingin Shirakawa go.

Menjadi sebuah desa yang terkenal dan merupakan salah satu dari 20 desa terindah di dunia membuat ada nya sedikit pergeseran dalam kehidupan sosial para penduduk di Shirakawa ini, Penduduknya tidak melulu bertani, tapi sebagian dari rumah rumah tradisional ini dijadikan penginapan dan menjual souvenir khas Shirakawa ini.

Souvenir paling khas dari Shirakawa ini selain sake dan sate sapi hida adalah boneka unik yang bernama Sarubobo. Sebenarnya menurut tradisi sarubobo ini adalah semacam mainan boneka yang dibuat khusus oleh nenek untuk cucu mereka. Jika diberikan kepada anak perempuan ini adalah jimat dengan harapan agar mereka mendapatkan jodoh yang baik, pernikahan yang langgeng, anak yang berbakti dan berbagai hal baik lainnya.

Sebenarnya boneka ini berwarna merah, tapi saat ini ternyata boneka Sarubobo ini ada dalam berbagai warna. Boneka Sarubobo ini adalah boneka kera merah, kata Saru adalah kera dan Bobo adalah bayi dalam dialek pengucapan khas daerah Takayama. Jadi Sarubobo adalah anak kera. Selain arti nya adalah kera, Saru pun berarti ‘pergi’ jadi bisa juga diterjemahkan menjadi hal hal yang buruk akan pergi. Biasanya boneka ini dijadikan hadiah untuk pasangan yang sedang menunggu kelahiran bayinya. Boneka ini diberikan sebagai ucapakan selamat dan doa agar bayi yang dilahirkan nanti sehat.

Karena sekarang ini sarubobo sudah dibuat dengan beragam warna, ternyata konon masing masing warna memiliki arti sendiri. Seperti misalnya warna merah jambu alias pink itu untuk keberhasilan percintaan, kuning untuk rejeki dan keuangan, hijau untuk kesehatan, biru untuk keberuntungan dalam sekolah dan kerja serta warna hitam untuk menghilangkan kesialan.

Saat asik menelusuri jalan jalan di desa cantik ini *walopun gak sampe keliling ke ujung karena sempitnya waktu* tiba tiba dikasih rejeki ujan salju yang lumayan deras yang makin lama makin deras. Tapi dibanding saat di Kanazawa atau Toyama, di Shirakawa ini tidak terlalu dingin. Ini mungkin karena walopun bersalju tapi tidak ada angin. Karena agak deras, saya sempat berteduh di salah satu toko cindera mata. Akhirnya beli deh 2 bijik gantungan kunci pesenan putri kecil.

Cindera mata yang khas lainnya adalah semua yang berbentuk gassho-zukuri. Makanya saya tertarik untuk membeli tempelan kulkas bentuk gassho itu karena memang saya mengkoleksi tempelan kulkas dari berbagai tempat. Setelah numpang neduh di toko souvenir saya sempat berjalan lagi dan bermaksud untuk mencari Wada House, tapi sayang waktu gak memungkinkan. Ini mungkin karena saya terlalu euforia bermain main salju saat baru memasuki perkampungan ini.

Wada House atau rumah Wada ini adalah adalah rumah gassho-zukuri terbesar di perkampungan ini. Ada tiket masuk yang harus dibayar untuk menikmati Wada House ini. Wada House juga letaknya berdekatan dengan Kuil Myozenji. Karena tidak memungkinkan untuk berjalan lebih jauh lagi, akhirnya sambil berjalan pulang saya mampir ke sebuah kedai kecil yang menjual kopi dan beberapa macam souvenir. Saya tidak lagi membeli souvenir, hanya membeli kopinya saja. Dengan kopi panas di tangan, sedikit mengusir rasa kecewa, tidak dapat menjelajahi Shirakawa secara keseluruhan.

Berdiri memandang desa Indah ini sebelum kembali ke bis, dalam hati saya berkata …. Salju dan kopi …. ahh hari saya sangat indah dan sempurna 🙂 Alhamdulillah …. Terima kasih ya Allah ….

Sebenernya postingan ini masih belum puas cerita ya hehe, tapi seperti itu informasi yang saya terima dari tour guide saya kemarin. Sebenarnya kalo saya browsing di google banyak juga cerita tentang Shirakawa ini. Kalo yang ngikutin blog saya dari awal, mungkin … eh atau … semoga menemukan perubahan postingan tentang travelling saya dari waktu ke waktu ya. Karena memang seiring waktu saya memang gak lagi fokus ke ‘belanja belanja’ kayak di awal awal sehingga akhirnya banyaaaakk sekali hal hal indah dan bermanfaat yang terlewatkan.

Benar yang orang bijak bilang, hanya waktu yang paling abadi. Maksudnya, waktu yang sudah lewat tidak bisa kita rubah kembali. Nyesel yang udah ya udahlah. Makanya sebagai wujud syukur saya karena sebagian besar travelling saya adalah bagian dari pekerjaan, saya mulai merubah tujuan traveling saya. Konon travelling selain membuka mata juga membuka dan menambah wawasan kita. Makanya untuk setiap postingan traveling yang saya lakukan, ingin sekali rasanya dapat memberikan manfaat 🙂

Yuk ah nyeselnya udahan … hehehe. Kemudian selanjutnya kami bersiap siap kembali ke Toyama untuk makan siang lalu dilanjutkan ke Toyama Station menuju Tokyo menggunakan shinkansen lagi. Sama seperti saat berangkat ke Kanazawa sehari sebelumnya, sepanjang perjalanan pun saya tidak bisa tidur. Terlalu semangat hehehe … Malam nya kami berencana makan malam di cruise. Ceritanya Tokyo nya di postingan lanjutannya yaaa 🙂

 

My First Snow At Kanazawa

Alhamdulillah saya dikasih rezeki lagi untuk berkunjung ke Jepang, kali ini tujuan nya berbeda dengan musim yang berbeda pula. Jika 2 tahun lalu saya berangkat di akhir November yang mana itu adalah musim gugur, kali ini saya berada pada peralihan musim dingin ke musim semi.

Udah siap siap dari Jakarta bawa segala sesuatu untuk musim dingin yang gak terlalu berat itu. Bawa daleman heattech nya uniqlo 3 pasang, jaket ultra light 2 bijik, sepatu boot juga gak ketinggalan. Waktu berangkat, karena liat prakiraan cuaca di accuweather hanya berkisar 10-15 derajat, dengan PD nya saya pake sneakers dengan celana panjang chino tanpa heattech. Ternyataaaa begitu mendarat di Haneda, langsung nyesssss ….. suhu, 3 derajat sajoooo !

Kaki berasa beku lama lama, dingiiiinnya gak nahan. Diketawain salah satu bos saya …. PD banget sil, mana celana agak ngatung begitu ! hahahha … saltum ! Akhirnya setelah dapet update dari tour leader nya suhu di Kanazawa lebih dingin dari Tokyo dan masih ber salju, saya bongkar tas ransel untuk ambil celana heattech dan langsung ke toilet yang ada di shinkansen.

Toiletnya, bersiiiihhh … seperti toilet Jepang pada umumnya. Di kereta juga ada embak embak yang nawarin snack dan kopi. Kemarin saya beli kopi, per cup 480 yen. Udara dingin dan kopi non sugar yang buat saya saat itu terasa maknyoooss banget nikmatnya, berasa dikasih energi tambahan buat mulai menjelajah Kanazawa 🙂

Perjalanan dari Tokyo ke Kanazawa menggunakan shinkansen kurang lebih 2 jam 30 menit. Sempat sedikit mengantuk tapi kemudian seger setelah lihat pemandangan di luar kereta … salju ! Iyap ! Saya norak senorak noraknya waktu liat daerah yang kita lewati masih tertutup salju, kegirangan setengah mati pokoknya 😀 dan berharap semoga di Kanazawa atau Toyama atau Shirakawa go yang akan kami datangi itu masih banyak salju nya 😀

Tiba di stasiun Kanazawa tepat saat makan siang, kami makan siang di resto buffet di mall dekat stasiun. Lepas makan siang, semua mulai segar dan berfoto foto dengan salju yang ada di depan mall 😀 Makin dingin malah makin semangat semua. Iya, karena ini pengalaman pertama saya dan juga hampir semua peserta trip melihat salju secara langsung ! Bukan kapas kapas macem di mall di Jakarta sini saat jelang Natal di bulan Desember hehe. Oya untuk sepatu, baru saya ganti boot setelah saya beres makan siang dan bersiap ke Kenrokuen park. Dimana gantinya? di bis 😀

Tujuan pertama adalah Kenrokuen Garden. Konon taman ini merupakan salah satu dari 3 taman terindah di Jepang. 2 Taman indah lain yaitu Korakuen di Okayama dan Kairakuen di Mito. Alhamdulillah saya bisa berkunjung salah satu taman indah itu. Kenrokuen ini konon dibangun oleh klan Maeda yang juga merupakan bagian dari Kastil nya yang terkenal dengan nama Kanazawa Castle. Memang letaknya pun bersebrangan dengan kastil nya.

Kanazawa ini juga terkenal dengan emas nya, salah satunya es krim mas yang patung es nya ada di dekat gerbang masuk Kenrokuen Garden ini. Nyicip gak? karena suhu lumayan yaa … 1 derajat, saya gak berani nyicip, tapi ada beberapa teman saya yang nyicip dan ketika saya tanyakan bagaimana rasanya, mereka bilang … “kayak es krim cone nya mekdi” hahaha. Bentuknya juga mirip kan ya? Oya tiket masuk ke Kenrokuen ini sekitar 310 yen. Untuk jam buka nya jika di bulan Maret – pertengahan Oktober jam 07.00 – 18.00, dari pertengahan Oktober – Februari lebih singkat yaitu dari jam 08.00 – 16.30.

Saat saya datang kemarin, karena masih peralihan dari musim dingin ke musim semi, pohon pohon masih diikat, nah konon ini merupakan salah satu yang buat taman ini terkenal yaitu bernama “Yukizuri” ( hanging snow). Jadi selain untuk mempertahankan pohonnya, jika salju sedang banyak dan tebal maka tali tali ini akan dipenuhi salju dan akan terlihat seperti “hanging snow”. Diantara 3 taman terindah itu, konon Kenrokuen ini yang paling indah. Katanya, taman ini mengandung 6 unsur yaitu kelapangan, ketenangan, kecerdasan, kuno, sumber air, dan pemandangan.

Terlihat kan tali tali kecoklatan diantara pohon pohon itu? nah itulah yukizuri. Taman ini benar benar indah dan bulan Maret ini adalah peralihan dari musim dingin ke musim semi, ada beberapa bunga plum yang sudah mulai berbunga. Awalnya ada yang bilang kalo itu Sakura, tapi ternyata salah satu bos Jepun saya bilang kalo itu bukan sakura, tapi plum. Sekilas memang mirip ya, warna bunga nya pun agak pink begitu.

Saat kami berkunjung kemarin, banyak sekali anak anak gadis yang berkunjung dan menggunakan baju tradisional Jepang. Banyak dari peserta trip kami yang sebagian besar memang pria, ingin berfoto bersama para gadis Jepang dengan kimono ini. Diingatkan berkali kali oleh atasan atasan saya untuk minta ijin. Karena menurut atasan saya, orang Jepang ini sangat menjaga privacy … Jadi jika ingin berfoto dengan mereka atau memotret mereka, kita harus minta ijin dulu.

Saya berkeliling taman ini sampai ke ujung, ada seperti jalan keluar yang terhubung dengan jalan kecil macam gang tapi saya tidak berani menuju kesana karena tidak ada satu pun orang yang menuju kesana. Akhirnya saya hanya mengitari taman saja sampai selesai sampai mengambil foto untuk beberapa bunga yang mulai bermekaran.

Ada yang berwarna pink, ada yang berwarna putih. Sayangnya saya gak tahu itu bunga apa karena tulisannya dalam bahasa Jepang dan saya sedang tidak berada dekat dengan atasan Jepun saya saat itu jadi gak bisa tanya tanya.

Sebelum keluar dari taman ini, seperti biasaaa … setor dulu ke toilet 😀 Mungkin karena dingin jadinya beser banget ya. Keluar dari pintu gerbang yang sama saat masuk tadi, saya dipanggil teman saya yang ternyata sedang menghangatkan diri di kedai kecil dekat pintu gerbang masuk Kenrokuen ini. Letaknya persis di dekat patung es krim emas itu.

Ada beberapa orang wanita Jepang dengan baju kimono nya juga disini. Lumayan heater yang ada di kedai itu bikin badan sedikit nyaman. Plus saat itu bisa megangin minuman kaleng hangat jadi makin nyaman deh 😀 Minuman hangat ini ternyata sudah ditukar 2-3 kali oleh GM saya hahaha. Jadiii kalo sudah berasa mulai gak hangat, dia tukar lagi minuman nya dari lemari yang ada dan oleh penjaga toko nya dibolehkan, lumayan kan 😀

Setelah puas menghangatkan diri kebetulan group kami dipanggil untuk berkumpul dan berjalan menuju Kanazawa Castle. Suhu terasa semakin dingin, awalnya kami pikir karena hari sudah semakin sore. Kami berjalan masuk ke Kastil dan saya sempat berfoto foto sejenak di depan pintu gerbang kastil ini.

Kami masuk hanya sampai pintu gerbang ke 2 dimana ada lapangan luas dan 1 tempat yang berisi tentang cerita dari Kanazawa Castle ini. Banyak yang masuk tempat ini, tapi saya yakin mungkin maksudnya sama dengan saya …. mau menghangatkan diri. Saat sedang membaca baca cerita dari kastil ini ternyata ….. turun hujan salju ! MasyaAllah ….. semua peserta terutama saya seneeeng banget ! Ini kali pertama saya merasakan hujan salju.

Saat saya sampai di Kanazawa dan ternyata masih banyak salju saja saya sudah bahagia banget eh ditambah hujan salju, bahagia triple hahaha sudah bukan kwadrat lagi ya 😀 Selesai dari Kastil kami diajak naik ke bis dan dibawa ke suatu tempat yang merupakan toko yang menjual segala sesuatu yang mengandung emas. Dari mulai teh ada emasnya yang konon bisa buat awet muda *langsung kepengen nenggak seteko* terus banyak banget barang barang lain yang ke emas emasan.

Ada juga sebuah pajangan yang ada di salah satu bagian toko itu yang menurut para penjaganya bangunan itu terbuat dari mas. Kita gak boleh pegang, cuma liatin doang. Saya gak beli apa apa di toko ini, selain perhiasan nya lumayan mahal, apalagi buat yang asli emas barang lainnya juga lumayan harganya.

Beberapa kali ditawari cream wajah yang mengandung emas dan konon juga bisa buat wajah jadi awet muda tapi saya tetap pada pendirian, gak mau beli ! Hahaha … selain mahal, kulit saya ini kan jenisnya sensitif gak berani lah coba coba begitu.

Selesai dari toko itu sebelum kita meneruskan untuk makan malam, kami mampir dulu ke sebuah daerah yang konon terkenal dengan sake dan hal hal yang berbau tradisional, seperti makanan, cindera mata. Saya tidak turun di daerah ini karena menurut informasi tidak akan lama jadi saya menunggu saja di dalam bis. Oya saya melihat beberapa kali bis di Kanazawa ini yang unik, karena tertarik saya foto beberapa 😀

Selesai dari sini, kami menuju sebuah resto untuk makan malam. Menu nya barbeque ! Perut rasanya sudah protes sejak sore di tempat teh emas tadi, makanya gak sabar banget waktu itu. Ternyata dalam perjalanan, hujan salju turun lagi dan semakin lama semakin lebat. Saya norak gak kepalang hahaha. Saya video in dari dalam bis.

Saat turun saya saling merekam bersama teman saya dan kami norak bersama hahaha. Tapi saya tidak sendiri, hampir semua peserta norak saat itu. Jadi saat kami sadar, ternyata hampir semua orang mengambil video saat hujan salju itu. Gak apalah ya norak di negeri orang hahaha apalagi kalo ada temennya 😀

Selesai makan malam kami bergegas menuju hotel. Karena tujuan utama kami sebenarnya adalah Shirakawa go, maka kami tidak menginap di Kanazawa tapi di Toyama. Perjalanan dari Kanazawa ke Toyama sekitar 1 jam. Perjalanan 1 jam tidak terasa karena kami masih tertakjub takjub memperhatikan hujan salju yang semakin lama semakin lebat itu.

Sampai di Toyama, saya sudah sangat lelah tapi masih menyempatkan diri untuk melakukan briefing dengan travel agent untuk acara esok hari agar lebih sempurna. Badan sudah mulai berasa rontok ditambah kok mulai demam 😦

Akhirnya selesai briefing saya hanya sempat nyebrang ke Lawson di depan hotel untuk beli earphone karena video call saya dengan anak anak dan HN jadi gak asyik gara gara saya kelupaan bawa earphone. Oya di Toyama kami menginap di Toyama Tokyu Excel Hotel dan saat kami baru sampai, kami disambut oleh beberapa orang yang membawa spanduk dan ada badutnya juga lalu minta kami berfoto, ternyata mereka dari dinas Pariwisata Toyama 🙂 Memang rombongan kami cukup banyak, 8 bis dengan total peserta 240 orang.

Alahmdulillah setelah makan obat yang dikasih dari travel agent, saya langsung tertidur dan terbangun dengan segarnya esok hari. Pengalaman hari pertama yang mengesankan dan gak brenti berucap syukur dikasih kesempatan indah ini oleh Allah SWT 🙂

Jawaban Cerdas ?

Di suatu malam minggu … lagi tidur kruntelan ama anak anak, tiba tiba terbersit ide ‘kurang cemerlang’ si bubu.

Bubu : Kalo dikasih 1 pilihan, kalian harus selamatkan orang yang disayangi … pilih bubu atau  istri/suami ?

K : Bubu !

Bubu : ahh anak sholehah *tampang mamak bahagia,ketjup ketjup *

Az : *tampang bingung* …. ehmm kalo aku, kan aku punya kekuatan super ya bu …

Bubu : *hmm udah tau ini arahnya kemana* … dengan suara mulai meninggi… maksudnya kak?! gak ada kekuatan kekuatan … adanya pilihan aja … pilih mana …

Az : kan aku punya kekuatan super, jadi bisa selamatin bubu ama istri aku

Bubu : *mulai emosi* gak bisa kakaaaaakk … harus pilih ! *mamak otoriter*

K : udah kakak, pilih bubu ajaaa …. kan nanti kita bisa nikah lagi !

Bubu melongo … colohok … hokcay … ieu anak sahaaaa?!

Lalu terdengarlah ngakak HN yang membahana … sampil nepok pundak K seraya berkata … ” ini anak babap”

iiiiiiiiihhhhh …… Bubu gak sukaaaaaaa ……. dan sementara Az masih mikir ajeeee …. zzzzzZZZZzzz ….. kenapa Ar gak ditanya? Karena sibubu tau jawabannya akan selalu bubu yang nomer satu buat dia mah hahaha *ke PD an *

Ketika Klakson dan Antrian Menguji Kesabaran

Ihiiyyy, akhirnya ngepost juga untuk pertama kalinya di tahun 2017 ini. Ide mah banyak cyiiinnn … hanya sayang waktunya suka gak pas *sok sibuk* ibarat napsu gede tapi tenaga nya kagak ada hahhaa. Udah lama kepengen posting tentang hal hal remeh temeh tapi genggesss dan seriing banget dialami sehari hari. Nah kebeneran sekarang lagi agak senggang, gue cobalah buat ngeposting. Agak gak keren sih ya, postingan perdana tapi kok bernada misuh misuh 😀

Hidup di sini *iyaa baca Jabodetabek khususnya Jakarta sih ya* yang paling akrab dalam keseharian kita ya lalu lintas macet ya. Entah sudah berapa pemimpin daerah yang mau benahin kemacetan ini tapi sampai sekarang masih belum terurai dengan baik masalah ini. Ngomong ngomong tentang macet, ada 2 hal yang sangat akrab dan menurut gue sih sama sama menguji kesabaran kita pengguna lalu lintas, yaitu bunyi klakson dan nyerobot antrian.

Tau kan ya KLAKSON ? Kalo telolet yang kekinian itu kan klakson bis ya … Tapi yang mau gue obrolin disini adalah klakson mobil. Entah bagaimana pendapat orang tentang klakson tapi gue pribadi GAK SUKA sama bunyi klakson apalagi yang diteken berulang ulang dengan penekanan panjang, itu ‘tanduk’ langsung keluar kalo denger begitu. Bunyi klakson ini buat gue, memicu perasaan emosi ! Ini kalo gue yang di klaksonin dan gak ada salah ya.

Etapi ya walopun gue ada salah *teteeeuuup pembelaan diri abis abisan* kalo memang gue melambat atau terlalu ke tengah, cukup di klakson sekali doang kaliiiii *nah kan cuma ceritain lagi aja gue udah esmosi* Iseng gue cari cari apa sih sebenernya definisi dari klakson ini.

Kalo yang gue dapet dari Wikipedia, Klakson adalah trompet elektromekanik atau sebuah alat yang membuat pendengarnya waspada. Biasanya klakson digunakan pada kereta, mobil dan kapal untuk mengkomunikasikan sesuatu, di mana biasanya pada negara maju,digunakan untuk memperingati pengendara yang kurang tertib atau jika pengendara lain diprediksi akan menyebabkan kecelakaan.Sedangkan di negara berkembang, klakson memberi tahu pendengarnya bahwa ada kendaraan yang datang,mengingatkan akan kemungkinan bahaya yang terjadi,ingin mendahului,atau menyatakan perasaan emosional.

Kalo diliat dari definisi di atas, gue paling setuju dengan kalimat terakhir yaitu menyatakan perasaan emosional. Kenapa? Karena yang gue rasain berdasarkan pengalaman di negara kita ini, fungsi klakson sebagian besar untuk itu ya? Ada juga loh temen gue yang seriiiing banget bunyiin klakson yang udalah berkali kali panjang panjang pulak. Setelah gue perhatiin lebih lanjut dan seksama, ternyata dia itu memang emosian 😀 …. see?! bener kan.

Gue itu gedeeeeeggg banget dah kalo ada orang yang bunyiin klakson udahlah berkali kali durasinya panjang lagi kayak begitu . Ini bukan saja gue sebagai yang diklaksonin ya, gue yang ada dalam mobil dan orang yang nyupirnya berperilaku begitu juga bikin gue gedeg ! Sejujurnya gue termasuk orang yang emosian, tapi entah kenapa kalo berkendara gue jaraaang banget dah pakai klakson kalo gak kepaksa banget. HN seringkali negur, kasih klakson dong biar dia minggir atau apalah begitu. Gatau kenapa, males bener rasanya neken itu klakson, berisik soalnya.

Hal lain yang menguji kesabaran juga adalah nyerobot antrian ! Ini mah super gedeg !! Nah biasanya gue bisa neken klakson kalo sudah diserobot. Etapi itupun kalo lagi BT atau lagi PMS haahaha. Bukan apa apa kesel kan yaa wong kita sudah antri dari ujung dunia mana, ehh tiba tiba ada orang yang entah gimana jalan pikiran dan berapa tingkat kecerdasannya nyodok saja gitu pas sudah deket sama gerbang tol atau gerbang keluar dari pintu tol.

Ini dilakukan dari mobil pribadi dan umum bahkan sampai mobil kalangan atas alias mobil mahal ituloh. Etapi yaa kalo mobil kalangan atas sih emang agak jarang sih ya hehe tapi gue pernah diserobot oleh mobil mihil begitu dan gue bunyiin klakson pleus gue liatin pak supirnya. Sekali lagi ini terjadi kalo gue lagi BT atau PMS. Kalo lagi jadi ibu peri bu? Gue ber positif thinking kalo dia lagi kebelet Pup aja biar hati ini agak legowo 😀

Sejujurnya gue gak abis pikir loh, gimana sih ya jalan pikiran orang orang yang suka nyerobot gitu. Apa kalo mereka diserobot juga, mereka kasih dengan legowo kali ya … makanya mereka juga gak ada yang merasa bersalah kalo nyerobot. Begitu kali ya ? 2 hal ini yang bikin gue senep senep berakhir pasrah selama ini kalo lagi di jalanan Jakarta yang selalu macet itu. Nah kalo buat kamu, apa sih yang menguji kesabaran dalam berlalu lintas?

Memahami Mengapa Anak Menggunakan “Bad Words” dan Bagaimana Mengatasinya

” Tuing ! … ” denting hape saya menandakan ada pesan masuk. Saya kerling : nama Firdaus muncul di layar. Firdaus adalah Kepala Divisi Anak dan Remaja (DIAR) di YKBH. Sebagai pimpinan Divisi, Firdaus mempunyai kewajiban untuk melaporkan bukan saja rencana kegiatan DIAR pekan atau bulan ini tapi juga dengan cepat memberitahu saya tentang berbagai temuan lapangan terutama yang genting genting. Biasanya laporan temuan lapangan ini perlu segera ditindak lanjuti.

DIAR adalah bagian dari YKBH yang sangat saya syukuri dan banggakan kehadiran dan kerja kerasnya. Sejak berdirinya 14 tahun yang lalu, membuat YKBH memiliki data mingguan tentang perkembangan pengetahuan dan kelakuan anak anak sehubungan dengan perilaku pubertas mereka dan juga hal hal yang berkaitan dengan pornografi.

Luar biasa perannya dalam advokasi yang kami lakukan untuk membangun awareness tentang kerusakan otak akibat pornografi baik ke lembaga legislatif termasuk ketika berjuang mengesahkan UU Pornografi dan mempertahankannya di Mahkamah Konstitusi, di Kementrian dan  Lembaga, Sekolah, masyarakat luas juga ketika memperkenalkan apa yang sudah kita kerjakan sebagai bangsa dalam sidang PBB di Wina serta saat YKBH menerima penghargaan di Amerika.

Jadi beberapa hari yang lalu, pesan yang dikirim Firdaus adalah tentang keluhan berbagai fihak, kepala sekolah, orang tua, pimpinan lembaga tentang semakin meningkatnya penggunaan “BAD WORDS” di kalangan anak anak. Bila dulu kata kata seperti ini diucapkan dengan mudah oleh anak anak SMA atau SMP, beberapa tahun yang lalu oleh anak anak SD kelas tinggi, kini jadi bahasa harian anak SD kelas rendah : murid kelas 2-3 !

Masalah utamanya adalah fenomena ini bukan hanya terjadi di sekolah di wilayah JABODETABEK saja, tetapi juga di berbagai kota yang belakangan ini dikunjungi oleh tim DIAR karena  kerjasama kami dengan Telkomsel untuk mensosialisasikan program internet baik. Saat tulisan ini saya buat, tim kami baru take of menuju Manokwari.

Kapan BAD WORDS digunakan?

Umumnya ketika anak kesal dengan temannya. Tetapi karena sebagian anak merasa mampu mengeluarkan dan menggunakan kata kata ini kesannya ” Keren “, maka mereka mengucapkannya dalam berbagai situasi, keluar otomatis begitu saja.

Apa saja BAD WORDS yang paling populer?

Saya minta maaf untuk menuliskan ini, tetapi agar ayah bunda tidak merasa aman dan menganggap anaknya tidak tahu kemudian agar ayah bunda mulai mewaspadai anak anaknya. Kata kata yang paling digunakan anak untuk mengekspresikan perasaannya adalah

“WTF” (What The Fu*k) – Fu*k – Anj**g – Mony*t – Ba*i  … dll

Istilah vulgar yang sangat enteng keluar begitu saja dari mulut mereka adalah : Ngen**t  – Kon*** dan berbagai cara orang menyebutkan organ kelamin manusia. Hadeuh !!

Dari mana sumbernya ?

Menarik sekali pengamatan dan pemantauan yang dilakukan oleh guru dari berbagai sekolah yang sudah biasa bekerjasama dengan DIAR. Mereka sudah mulai membangun cara komunikasi yang nyaman dengan murid muridnya untuk mengetahui perasaan mereka dan bekerjasama untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Menurut guru ini anak anak ini mendapatkan semua BAD WORDS tersebut selain dari teman adalah dari beberapa jenis komik tertentu dan umumnya dari vlog youtubers dan social media. Entah bagaimanalah kontrol penggunaan gadget di rumah, sehingga anak anak belia ini telah menjadi followers dari beberapa youtubers dan tokoh sosmed yang biasa bicara kasar dan menunjukkan bahwa mampu melakukan hal seperti itu jadi : “keren”.

Kami telah mengantongi beberapa nama ” tokoh-tokoh” tersebut dari pernyataan anak anak dan laporan guru.

Jadi bagaimana ?

Izinkan saya mengusulkan beberapa langkah yang saya harapkan bisa digunakan baik oleh orangtua maupun guru.

  1. Kita harus menyelesaikan dengan bijak dan baik kebiasaan buruk yang mulai merasuki anak kita, karena pertanggung jawaban kita pada Allah untuk menghasilkan anak yang berbudi dan beradab.
  2. Mulailah dengan tidak berburuk sangka bahwa anak kita telah melakukannya walaupun mungkin sudah.
  3. Tolong sadari dulu bahwa belum tentu anak mengerti apa yang diucapkannya. Mereka melakukannya umumnya karena meniru dan supaya tidak berbeda dengan temannya.
  4. KIta harus berusaha menciptakan situasi yang kelihatannya tidak sengaja untuk membicarakan ini dengan anak, padahal sudah disiapkan dengan rinci.
  5. Gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti termasuk untuk menjelaskan istilah dan gunakan kalimat yang pendek pendek serta banyak kalimat bertanya.
  6. Siapkan peralatan berupa 2 buah gelas container yang bening atau baskom kecil, air putih 2 botol atau teko kurang lebih 1000 ml dab cairan kopi kental setengah gelas.
  7. Berlatih untuk menyampaikannya sehingga kelihatannya tidak serius sekali tapi santai bak mendongeng.
  8. Bercakaplah dengan nada yang rendah dan rileks tapi fokus. Matikan hape dan minta bila ada saudaranya ditangani dulu oleh orang lain jadi tidak ada gangguan.

Hal hal yang harus kita ketahui lebih dulu :

  1. Kita harus pandai menyidik, kata kata buruk apa saja yang pernah didengar anak.
  2. Harus dibedakan antara anak laki laki dan anak perempuan.
  3. Darimana mereka mendengar atau mengetahuinya ?
  4. Siapa saja diantara teman temannya sudah biasa menggunakannya, apakah anak juga pernah membalas? Apa yang diucapkannya? Kapan?
  5. Karena teman temannya sudah biasa menggunakannya, apakah anak juga pernah membalas? apa yang diucapkannya? Kapan?
  6. Sudah berapa kali sejak pertama mengucapkannya?
  7. Kata kata apa saja yang sering digunakan anak?
  8. Bahas satu satu apakah anak mengerti atau tidak apa yang dikatakannya. Gunakan kalimat sederhana dan setelah dijelaskan tanyakan apakah panyas kata kata itu kita gunakan? Misalnya kata Mo***t, Ba*i , itukan binatang. Fu*k = orang melakukan hubungan suami istri. Pantas tidak kita ucapkan? Melanggar ketentuan Allah tidak? Jadi hukumnya apa?
  9. Perlu sekali menggunakan banyak kalimat bertanya karena untuk menjawab anak harus berpikir dan harus menengok ke dalam dirinya sehingga inilah yang penting : Menimbulkan kesadaran diri.
  10. Cari tahu dititik mana anak tidak bisa mengontrol dirinya sehingga dia terpaksa mengatakannya. Ini kita sebut sebagai : ” Keterampilan yang hilang “.
  11. Bagaimanakan perasaan anak ketika dia mengucapkan kata kata itu?

Anda bisa menambahkan beberapa hal yang ingin anda ketahui. Apa selanjutnya ? Pengumpulan informasi diatas bisa saja dilakukan oleh ibu. Tetapi sebaiknya untuk membahasnya dilakukan oleh kedua orang tua. Kehadiran ayah dalam hal ini amat sangat penting karena ayah selain penentu kebijakan dan aturan dalam keluarga, ayah bisa bicara tegas dan meyakinkan dengan menggunakan kalimat yang lebih pendek, terencana sehingga lebih mudah difahami anak.

  1. Mulailah dengan menyampaikan kondisi keluarga kita. Kita keluarga baik baik dan harus bicara baik baik seperti yang diperintahkan Allah : Wa kuulu linnasi husna ! : Bicaralah baik baik dengan sesama manusia. Gunakan kalimat bertanya : Kalau Allah sudah memerintahkan kita seperti itu, apakah kita boleh menggunakan BAD WORDS? Buat kesimpulan, bahwa dalam keluarga kita (minimal) kita harus bicara baik baik dan berusaha di luar keluarga kita, kita tetap memelihara diri untuk bicara dengan baik baik. Menggunakan kata kata seperti yang diperintahkan Allah : Qaulan Kariman : Bicara dengan kata yang baik, mulia – Kaulan Maisuran : Berkata yang mudah dimengerti – Qaulan Layyinan : berkata dengan lemah lembu, dll sambil merujuk ke Al Qur’an : surah dan ayatnya. Biasakan jadikan al Qur’an sebagai rujukan dan bila perlu ikut mencari dari indeks dan membaca ayatnya dan artinya langsung. Bila anda berbeda agama, gunakan cara yang sama dengan kitab suci anda.
  2. Role Play : bagaimana kalau temanmu menggunakan BAD WORDS ? Tunggu jawaban. Karena anak harus tahu bagaimana bersikap dalam situasi yang tidak menyenangkan dan dia harus menggunakan keterampilan dan pengetahuan yang ada dalam dirinya, bukan yang kita ingatkan dalam nasihat. Minta anak untuk memikirkan beberapa alternative untuk menjawab dan menyikapi temannya. Misalnya dengan mengatakan : ” Maaf ya, aku gak mau ikut ikutan kamu berkata jorok”. “Kalau kamu mau kamu aja, aku gak ikut ikutan!” dan lain lain. Biarkan alternative itu keluar dari anak dan hargai, bahkan kalau perlu puji : Keren, Hebat, Tuh kan anak ayah bisa! CATATAN : Role play sangat penting, karena 2 hal : (a). Anak berfikir konkrit, jadi harus dengan contoh. (b). Anak perlu memiliki modal yang sudah dibangun, diproduksi dalam dirinya, tinggal digunakan. Apalagi semua telah disetujui dan diakui kedua orang tuanya.
  3. Kini gunakan lah alat peraga, sambil menjelaskan bagaimana terjadinya “wiring” dalam otak anak karena kebiasaan. Setiap kali apa yang kita dengar dan kita lakukan otak membuat sambungan. Kalau dilakukan berulang ulang maka sambungannya akan menjadi sangat tebal karena otomatis. Maukah sampai dewasa berkata kotor dan kasar seperti di you tube dan med sos? Bagaimana kalau jadi orang tua, pemimpin perusahaan dan pemimpin orang banyak?
  4. Berikutnya ambilah gelas dan isilah 1/2 dengan air. Lalu ambil cairan kopi dan masukkan setetes. Tanya kepada anak mengapa warna air berubah? bagaimana kalau dimasukkan setetes lagi dan lagi dan lagi apa yang terjadi? Buat kesamaan dengan otak yang bersih dimasukkan air yang keruh/kopi dengan otak yang bersih kemasukkan kata kata kotor.
  5. Seumpama air yang semakin keruh itu tadi apakah menurut anak bisa diubah?
  6. Nah sekarang ambillah air yang kotor itu, letakkan di atas kontainer yang kosong. Lalu terus menerus diisi dengan air bersih yang 1000ml tadi sedikit demi sedikit sehingga air yang kotor tumpah ke bawah ke dalam kontainer dan air di dalam gelas menjadi semakin bersih.
  7. Jelaskan bahwa otak yang kotor bisa dibersihkan bila mau yaitu dengan terus menerus mengisinya dan menggantikan kata kata yang kotor dengan kata yang baik : tolong, terima kasih, maaf dan berbagai kata baik atau pujian lainnya.
  8. Tanyakan pada anak : mau otak bersih apa kotor? Mau berusaha atau tidak?

Motivasi, dukung dan dampingi !

Berpikirlah positif dan jadilah tauladan karena contoh dan teladan bekerja ribuan kali lebih baik daripada kata kata saja. Selamat berjuang, yuk kita berusaha melestarikan budaya bangsa kita seperti yang selama ini kita kenal : Bangsa yang berbudi luhur dan beradab tinggi. Jangan sampai terkikis oleh zaman dan teknologi.

Kuala lumpur, dini hari 21 November 2016* #mengasuh generasi digital

Elly Risman


Ditulis kembali dari tulisan Ibu Elly Risman yang diposting pada Group FB Parenting with Elly Risman and Family yang diterbitkan pada 21 November 2016, pk.12.08 AM.

Bandung Dental Clinic

Karena banyak yang mencari informasi mengenai dental clinic di Bandung, khususnya yang cocok untuk anak anak, maka saya menulis kembali postingan saya di blog terdahulu disini. Postingan ini ditulis pada tahun 2014. Semoga bermanfaat 🙂

————————————————————————————————————————

Sabtu minggu kemaren ini emang udah di jadwalkan sebelumnya kalo Sabtu ini kita bakal ke dokter gigi. Selain karna mau check up gigi nya neng Kika, yang urgent adalah karna Arfa tumbuh gigi tapi posisi nya di gusi atas, dimana gigi bawahnya masih utuh semua. Belakangan emang dokter gigi nya anak anak pindah, ke Apotik Jaya Buah Batu. Sebelumnya sih ke dokter gigi di Melinda, tapi karna kejauhan *kasian oma kalo aku lagi gak di Bandung dan Kika mesti check up di hari biasa* plus lumejen awis juga hihihi *hayoookk ngaku deh sil, yang paling gengges kan yang disebut terakhir kaaan….kaann.. 😛 * akhirnya diputusin pindah aja ke yang lebih dekat dan terjangkau dari rumah.

Cuma niiih, lama kelamaan dr.Syeni pasien nya makin banyak yang akhirnya bu dokter meng kuota jumlah pasien nya. Alhasil kalo ngotot di weekend siyap siyap dah selalu gak kebagian, karna kita gak bisa daftar by phone musti dateng langsung. Dokternya praktek jam 5, pendaftaran buka jam 4, nah jam 4 itu udah penuh ajeehh pasiennyah. Yaa mustinya lo dateng jam 3 dong sil..iiih ogah lah nunggu lama lama *yeee gak mau usaha yaa hihihii* Tapiii Sabtu kemaren ini udah diniatin banget dah, ke dokter gigi di Apotik Jaya meskipun bukan ke dokter Syeni, karna kalo enggak yaa gak jadi jadi. Sebelum ke Apotik Jaya, gue ama HN plus barudaks ke Depo Bangunan dulu di Soekarno Hatta. Gak lama kita di Depo, perjalanan dari Depo ke Buah Batu aku telpon dululah ke Apotik Jaya. Di bilang kalo ada dokter gigi yang praktek, aku tanya ampe jam berapa? dibilang sampe jam 1 siang.

bdc1

Liat jam saat itu jam 11 lewat 15 menit, perjalanan ke Buah Batu gak macet palingan 15 menit lah. Nyampe Apotik Jaya jam 11.30 naek ke lantai 2 ternyata, aku ditolak !! *keluar tanduk* katanya dokternya stop in jumlah pasien nya di jam 11.15 tadi dengan alesan dokternya gak enak body ! Awalnya aku ngotot dulu kenapa kok gak dibilangin tadi waktu aku telp. Tapi akhirnya aku yang menyerah setelah aku cerna baik baik alesan dokternya gak terima pasien lagi…”Baru Sembuh Sakit, Badannya masih Gak Enak” Apppaaahh?! berarti itu dokter kondisinya gak begitu fit dong yaa, laahh kalo nanganin gigi kan gak maen maen lah ya, yang ada jadi serem sendiri. Akhirnya diputusin melipir dengan elegan lah aku dari Apotik Jaya Buah Batu.

Akhirnya, HN bilang udah browsing ajalah cari Dental Clinic di Bandung lewat gugel, masa iya gak ada dental clinic yang bagus. Hmmm kalo HN sih yaa emang Dental Clinic minded, dia percaya bener dah kalo penanganan di Dental Clinic jauh lebih baik dan memuaskan dibanding Klinik biasa.Eh itu menurut si HN yaa, belum tentu bener juga kan teori dia *ini takut ditimpuk ama klinik biasa, maaP loh yaa*. Lewat om gugel aku dapet 3 Dental Clinic, 1 di Ahmad Yani, 1 di Pajajaran dan 1 nya lagi di Karapitan. Nah, karna posisi kita saat itu di Buah Batu akhirnya diputusin lah ke Dental Clinic yang di jalan Karapitan, karna mempertimbangkan faktor jarak terdekat saat itu. Nama Dental Clinic nya Bandung Dental Clinic (BDC) alamat nya di Jl.Karapitan No.88 Bandung. Liat di Website nya sih tempat nya bagus. Tapi aku gak mau ‘kemakan‘ foto ah, kan kalo foto tergantung angle ama keahlian si fotografer nya yaa bisa bikin jadi bagus banget itu tempatnya.

 bdc2

Posisi BDC ini kalo kita datang dari arah jl.Karapitan yang Universitas LanglangBuana itu, posisi nya ada di sebelah kiri, pas banget di lampu merah antara Karapita-Cikawao-Sadakeling. Ini tempat ternyata bener bener baru, pas dateng pasien nya cuma kita doang. Ditanya mau ke dokter umum atau spesialis, kita pilih yang umum. Dodolnya gue lupa tanya nama dokternya, dokternya baeeekk deh, ramah banget pulak. Masuk di ruang tunggu nya aja nyaman banget, nah kali ini si foto foto ternyata tidak membohongi. Apa yang tampak di foto website nya, pada kenyataannya seperti itu juga. Mungkin karna masih baru juga, tempat nya masih apik dan bersih *semoga terus apik dan bersih dan MURAH hahaha meni pake huruf kapital yak murahnya * Gak lama kita dipanggil buat periksa, naik ke lantai 2.

Waktu naik ke lantai 2, aku makin jatuh cinta lagiiii ama ini klinik. Ada kebagi 4 ruangan, kalo liat tema nya kayaknya dibagi berdasarkan warna warna deh. Ada ruangan Ijo, Orange, Pink dan Biru. Kita dipanggil ke ruangan paling ujung, khusus buat anak anak di depannya ada ruang tunggu yang berfungsi juga sebagai tempat bermain buat anak anak. Nuansa ruangannya…PINK !! *warna yang paling digila gilai oleh kika dan aku dooong 😀 * masih bersih *semoga terus bersih yaa 🙂 * terus gue sempet sempetin foto fotoin ruangannya yang lain. Si ruangan hejo dan ruangan orens iihh semua warna yang gue juga suka sebenernya. Nah pas pulang baru dikasih tau ama Kika dan HN diujung ada ruangan biru, ahh gak sempet foto deehh.

bdc4 bdc5

Itu jatuh cinta ama interiornya yaa *secara aku mah demeeenn banget dah ama interior warna warni, apalagi kalo warna pastel dan minimalis* pas ketemu dokternya, makin jatuh cinta lagiii. Dokternya baiiikk deh, yang pertama masuk Kika. Ditanya, apakah sudah pernah ke dokter gigi sebelumnya? Kita jawab Kika sudah beberapa kali ke dokter gigi. Diperiksa semuanya, termasuk bekas tambalannya. Nah sebenernya kan Kika ada 1 tambalan sementara yang jadwalnya minggu itu musti balik dan di tambal permanen. Kika ini akhir akhir ini sering bengkak pipi nya dan bilang gigi nya sakit. Emang sih ada beberapa yang bolong, trus ternyata juga gigi geraham nya udah ada yang gigi tetap tapi nya bolong ! Duuhh si ceces mah gigi nya emang super duper dah, akhirnya di tambal deh si gigi tetap itu. Kalo si gigi yang udah ditambal sementara akhirnya dibongkar lagi tambalannya.

Sebenernya si gigi itu sebelumnya infeksi sampe abses, makanya diobatin trus beres diobatin mau ditambal ceritanya. Tapi pas tambalan di bongkar, melihat kondisi dan kedalaman lubangnya, menurut bu dokter baik hati kayaknya gak mungkin bengkak ditimbulkan dari si gigi itu. Dokter malah curiga itu muncul dari gigi sebelahnya yang udah ditambal permanen.

Khusus Kika, karna kondisi giginya yang ‘roges’ itu disarankan dokter untuk check up sebulan sekali. Check Up ini dilakukan buat memonitor kondisi gigi Kika khususnya yang udah roges bin item item itu. Takutnya ada tumbuh gigi dibawahnya tapi gak kemonitor di rumah atau bisa jadi si gigi udah gak gitu berfungsi dan keberadaannya malah mengganggu proses mengunyah makanannya. Nah khusus untuk gigi yang begitu ada kemungkinan akan dicabut.Untuk masalah bengkak nya yang dokter sih curiga dari gigi yang udah ditambal permanen itu, rencananya kalo masih ada keluhan sakit dan bengkak, dia akan rontgen kondisi gigi nya, biar bisa lihat di dalam tambalan itu seperti apa.

bdc6

Yaa, aku sih iya iya aja yaa, tapi sejauh ini aku puas ya ama penjelasan dokter yang detail banget ngejelasin nya. Dan emang kalo gigi ini aku ama HN pengennya lebih concern lagi sih di tahun ini.Tahun tahun kemaren kan agak longgar buat gigi, kita lebih fokus ama terapi perilaku nya Arfa dan Azka. Makanya saran bu dokter buat check up gigi Kika tiap bulan langsung kita iya in. Kemaren itu total tindakan buat Kika, 1 tambal gigi permanen dan 1 bongkar tambalan sementara trus ditambal lagi sementara. Rencananya hari Sabtu ini kita bakal ke BDC lagi buat tambal permanennya.

Beres Kika ditambal, gilirannya Arfa. Sebelumnya sama seperti ke Kika dokter tanya ini kali pertama kah Arfa ke dokter gigi? Aku bilang kalo ini pertama kalinya Arfa ke dokter gigi. Kita bilang kalo ada gigi yang tumbuh di atas gusinya Arfa. Dokternya bilang dia akan ajak ngobrol dan santai dulu, biar gak trauma. Jadi waktu Arfa dateng, salaman ama dokternya, gak langsung diperiksa. Diajak ngobrol dulu ama dokter dan para asisten nya. Dokternya kasih liat kursinya yang ‘bisa terbang’ itu. Trus bilang gigi nya Arfa mau diliat *dokternya gak bilang mau diperiksa loh 🙂 * Lalu dengan sukarela mangap lah si Arfa 😀 Posisi gigi nya itu kayak tampak foto di bawah ini nih *aku fotoin giginya, minta dia liatin lebih jelas sambil cerita dan ijin mau pasang foto dan ceritain gimana hebatnya Arfa kemaren di dokter gigi 😀 anaknya iya aja sambil cengengesan *

Sebelum tindakan ke gigi nya yang numbuh seenak udel itu, dokter periksain semua giginya. Sama kayak Kika gigi belakangnya beberapa udah tumbuh gigi tetapnya. Secara keseluruhan kondisi gigi Arfa lebih baik daripada Kika. Waktu dokter nya periksa gigi yang numbuh di gusi itu, ternyata 2 gigi tepat dibawah si gigi super gede yang baru numbuh itu udah pada goyang.

Gak lama kemudian dokter minta ijin buat ngomong sebentar ama orangtua nya. Jadi waktu dipanggil ke ruangan lain, bu dokter jelasin bahwa emang gigi nya yang bawah sudah goyang, tapi akar gigi nya masih sangat kuat. Kalau pake anestesi lokal, menurut dokternya pasti Arfa akan kesakitan karna dia akan agak susah cabutnya. Jadi dokter minta ijin ke kita, orang tua nya buat melakukan anestesi yang pake suntik itu buat cabut gigi nya Arfa. Aku langsung setujuin, aku bilang : Gak apa dok, disuntik aja kalo itu yang terbaik daripada anaknya kesakitan dan trauma gak mau ke dokter gigi lagi. Lagi pula sampai saat ini kalo Arfa disuntik, baik itu suntikan ke anggota badan ataupun karna harus diambil darah, dia gak pernah nangis sih.

bdc7 bdc8

Dokter nya masuk ruangan lagi dan dia jelasin ke Arfa apa yang mau dilakuin, sambil asisten dokternya nyiapin semuanya dokternya ngajakin Arfa ngobrol lagi. Begitu jarum dah siap, akhirnya disuntikkin ke Arfa beberapa kali. Aku sih gak kuat liatnya ya, cuma kuat liat sekali, tapi pas akhir akhir aku liat Arfa udah mulai meringis kesakitan 😦 aku ama babapnya semangatin dan ajakin dia ngobrol biar agak teralihkan ceritanya. Alhamdulillah akhirnya beres cabut 2 gigi nya itu tanpa Arfa nangis atau bahkan merengek sedikitpun *cium ciumin si bontotnya bubu deehhh*

Menurut dokter sama antara Kika dan Arfa, mereka kayaknya doyan emut makanan ya bu *ihikk iya bu dokter* naah itu salah satu yang bikin gigi nya begitu dan rahangnya jadi gak gitu berkembang. Karena dia emut makanan, jadinya kan ‘latihan’ buat tulang tulang rahangnya gak banyak, akhirnya begitu deh. Manalah gigi nya besar besar kan, hehehe.

Kalo ampe agak besar gigi Arfa tumbuhnya gede gede kayak yang sekarang ini tapi rahangnya tetap sempit, itu mau gak mau harus pake behel loh untuk mengatur posisi gigi nya. Duuhh jangan ampe deh ya. Waktu kecil dulu aku pun pernah pake behel dan tau gak enaknya gimana 😦 Dokter menyarankan anak anak dikasih makan permen karet yang sugar free untuk latihan tulang rahangnya.

Beres konsul dan tindakan, kita turun lagi ke lantai 1. Ini bedua HN udah tebak tebakan abis berapa. Prediksi kita bedua paling murah sejeti deeehh ya, pan itu tindakannya banyak. Kita prediksi segitu dengan memperkirakan biaya yang biasa dikeluarin HN kalo pengobatan ke dental clinic di Jakarta, tentunya udah di koreksi dikit disesuaikan dengan harga Bandung. Dan ternyata wakatu dipanggil dan si mbak nya bilang semua nya abis 400 ratus ribu sekian rupiah dikurangi diskon karena baru buka sebesar 20% jadi jumlah yang harus dibayar adalah…390ribu (tiga ratus sembilan puluh ribu).

bdc9 bdc10

Aku ama HN bengong, si mbak nya ampe jelasin itu udah semua ongkos buat tindakan hari itu. Kita makin bengong ! hahahhaha Alhamdulillah meni membahagiakan deehh itu pembayarannya 😀 Padahal kan tindakannya lumayan yaa…Cabut gigi 2 bijik plus disuntik pulak trus tambal permanen 1 dan bongkar tambal sementara 1 *keluarin buru buru duit dari dompet sebelum si mbak berubah pikiran hahahhahaa*. Sempet tanya itu diskon 20% ampe kapan, katanya ampe Maret 2014 *langsung kepikiran buat bersiin karang gigi sebelum Maret hahahaha* Sebelum pulang, daftar dulu buat Sabtu minggu ini dan sekalian juga daftarin Azka buat di cek kondisi gigi nya. Senangnyaaa dapet Dental Clinic yang pas di hati dan di kantong

Kasih Ibu Sepanjang Masa …

Hari ini, karena HN sedang tugas, saya berangkat ke kantor sendirian. Kalo dulu biasanya saya pake TJ, kali ini udah diniatin mau pake feeder aja atau bis AC arah blok M. Dapetlah bis AC arah Blok M pagi ini. Saya dapet duduk di paling belakang, saat naik saya gak perhatiin orang orang di depan saya pandangan langsung ke belakang cari kursi kosong.

Yang menarik ketika mau turun, saya berjalan menuju tempat sopir. Tepat sebelum saya turun, di sekitar SCBD, penumpang paling depan dekat pintu keluar berdiri. Seorang ibu dan anaknya yang sudah remaja dengan kondisi fisik yang kurang sempurna. Melihat kondisi fisiknya, saya teringat salah satu teman anak sulung saya.

Anggota tubuhnya lengkap, hanya kurang sempurna. Karena dia tidak bisa berdiri tegak. Untuk berdiri dia harus ditopang atau menopang tubuhnya. Begitu mau turun dengan sigap sang ibu berdiri, membimbing sang anak berjalan turun dari bis.

Membimbing perlahan menuruni tangga bis, sampai menginjak jalanan. Saya dan beberapa orang yang berada di situ,terpaku … memandangi mereka. Dan saya langsung berkaca kaca. Ahh benar adanya …. Kasih ibu sepanjang masa ……..

Your Words Shape Your Children’s World ! – by Elly Risman

“Andreeeeiii ….. tobat deh, tuh liat deh naliin sepatu aja dari tadi gak bisa bisa … bener bener deh … lama banget ! ” Teriak bu Anton pada anak laki laki nya yang berusia 6 tahun yang masih berkutat menalikan sepatu nya. Kehilangan kesabarannya, bu Anton menghampiri anaknya dan mengatakan :

” Ngiket tali sepatu aja gak bisa bisa dri, bagaimana coba nanti masa depanmu? ” Andri memiringkan kepalanya dan menatap ibunya dengan pandangan heran tanpa kata kata lalu meneruskan mengikat tali sepatunya.

Mungkin dalam hatinya ia berkata : “Ya Allah mama … ini kan urusan ngikat sepatu doang … masa depan masih jauh banget! ”

Tidak sengaja mungkin, tapi banyak sekali kalimat kalimat negatif terlontar dari mulut orang tua ketika menghadapi kenakalan, keterlambatan atau tingkah laku yang tidak sesuai dengan harapan, baik bernada meremahkan, merendahkan atau menjatuhkan terhadap anaknya.

Padahal banyak orang percaya bahwa kata kata orang tua itu bak sebuah doa. Saya teringat  pengalaman saya berpuluh tahun yang lalu ketika saya dan teman teman pelatih dari Yayasan Kita dan Buah Hati menyelenggarakan pelatihan Bagaimana ngomong dengan anak di daerah kumuh belakang mall Mangga Dua Jakarta Pusat.

Mula mula pelatihan ini hanya diminati beberapa orang saja. Di hari kedua, ruangan kecil sebelah rumah pak RT itu tak sanggup menampung ibu ibu yang berminat untuk ikut serta. Selama pelatihan banyak sekali ibu ibu yang menyesal bahkan menangis dan bertanya bagaimana caranya agar mereka dan anak mereka bisa berubah.

Pasalnya, selama ini karena hidup mereka susah penuh tekanan, ibu ibu ini sering kehilangan kesabarannya dalam menghadapi anak anak mereka. Mereka bukan saja berkata kasar, mencubit, memukul tapi juga mengata ngatai anak mereka menggunakan kata kata yang mereka sebut “kebun binatang”.

Seorang ibu mengadu sambil berurai air mata pada saya : “Emang bener bu, makin lama kelakuan anak saya makin bandel dan keras banget aja bu!” Bagaimana bu, bantuin saya …..

Tak luput pula dari kenangan saya bagaimana ibu saya mengingat seorang ibu yang masih keluarga jauh kami agar menjaga dirinya supaya “mulutnya tidak terlalu tajam” pada anak lelaki nya yang sudah remaja.

Nanti, kata ibu saya ‘ Kalau hidup anakmu seperti kata katamu, kau juga yang akan menderita!” Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun ….. kami semua menyaksikan bagaimana ibu itu menderita karena susahnya penghidupan anaknya itu. Dia datang menemui ibu saya, menangisi nasib anaknya. Ibu saya menganjurkannya untuk minta ampun pada Allah.

Parenting is all about wiring, bagaimana ujung ujung sinaps kita terkoneksi oleh pengalaman pengalaman hidup kita, termasuk kata kata dan sikap serta perilaku yang kita terima. Tak ubah seperti lampu lampu yang banyak dalam sebuah ruangan. Di belakang lampu lampu itu pasti banyak kabel kabel yang menghubungkan satu lampu dengan lampu lainnya.

Ada warna biru, hijau , kuning, merah, putih dan dibalut selotip. Tekan satu tombol, semua lampu menyala. Begitulah kebiasaan kebiasaan yang terbentuk sengaja atau tidak selama pengasuhan baik dari orang tua dan orang sekitar , akan keluar otomatis ketika seseorang itu menjadi orang tua pula nantinya, lepas dari tinggi rendahnya jenjang pendidikan dan kelas sosial.

Sebagai contoh adalah pengalaman yang sama yang saya peroleh dalam ruang praktek saya. Seorang gadis remaja yang cantik dan lembut keliatan sangat bingung, nyaris depresi duduk mematung di depan saya.

Dari pembicaraan yang panjang ternyata dia tidak sanggup menggapai target yang diharapkan ibunya yang baginya terlalu tinggi. Dia lelah melompat dan melompat meraihnya ternyata tak pernah sampai, sehingga jiwanya terengah engah. Harapan ibu itu disampaikan dalam kalimat yang bagus dan nada rendah, tapi menekan dan nyelekitnya bukan main …

Semua upaya anak ini tak pernah berharga. Bak kata orang : ” When the best is not enough! ” Padahal kedua orang tuanya pasca sarjana lulusan negara adidaya. Bahkan ketika suatu saat ibunya sangat kesal, ia sempat mengatakan pada anaknya : “Lihat tuh kamar anak gadis gak ada bedanya sama kandang ba** !”

Entah bagaimanalah dulu nenek anak ini mengasuh ibunya. Tidakkah dalam keseharian kita, kita menemukan hal serupa terjadi di sekeliling kita? Dan kini, anak itu seperti ibu diatas telah menjadi orang tua atau pejabat publik, pemimpin dunia usaha atau lembaga. Tidakkah sesekali atau seringkali pengalaman lamanya otomatis muncrat dalam kesehariannya?

Kata kata kasar bahkan keji dan sikap sikap kurang terpuji? Atau kita menemukan dan mengalami ada di lingkungan keluarga atau masyarakat seseorang yang sangat baik dan rendah hati, santun dan dermawan atau bersikap terpuji bak negarawan? Paling tidak kita mengetahui bagaimana “wiring” mereka.

Kalau anda bawahan orang yang kasar dan anda mau jadi mulia, maka maafkan sajalah. Yang sehat yang ngalah. Mau tak mau kita benarkan jualah pepatah lama : “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya! ” Bagi kita yang penting adalah mewaspadai diri sendiri dalam berkata kata karena kita tentu tak mau menderita di hari tua, ketika menyaksikan anak kita suatu hari nanti memarahi anaknya, cucu kita !

MAKNA KATA KATA BAGI ANAK

Bila kata kata yang keluar dari ayah ibu, kakek nenek, paman bibi, guru dan orang penting lain sekitar anak penuh kasih dan sayang, penerimaan, penghargaan dan pujian, maka jiwa anak menjadi sangat padat, kokoh dan bahagia.

Keadaan ini yang membuat mereka merasa berharga dan percaya diri. Tapi bila sebaliknya, konsep diri tidak terbentuk dengan baik, hampa dan berongga. Darimana anak bisa merasa berharga di depan orang tuanya sendiri? Apalagi PD ! Anak anak seperti ini akan tumbuh jadi pribadi yang sulit diajak kerjasama, melawan dan menyimpan berjuta emosi negatif dari sedih yang dalam, kecewa, bingung, takut, ingin menjauh dari orang tua, benci bahkan sampai dendam !

Bagaimanalah hubungan anak dan orang tua tersebut? Jarak antara keduanya tak bisa dihitung dengan kilometer. Apa yang ditanam itulah yang dipetik di hari tua. Hanya anak dan orang tua itu saja yang paham bagaimana sesungguhnya makna dari hubungan mereka. Karena umumnya hal ini susah diungkapkan dengan kata kata, hanya hati yang merasa.

Perbaiki kata dalam bicara dan lempar anakmu ke masa depan secara emosional …..

Otak kita, seperti juga tubuh kita, berkembang dan berfungsi secara bertahap, pakai proses. Tentu saja perlu waktu. Tapi banyak orang tua lupa akan hal ini dan ingin semuanya berlangsung cepat. Jadi seringkali mereka bicara dengan anaknya seolah anak itu sudah besar dan mengerti apa yang dia katakan dan harapkan.

Saya tak hentinya bersyukur dianugerahi Allah orang tua yang bijak dan menjalankan aturan agama. Berkata dengan baik baik, memanggil dengan panggilan yang baik, penuh kasih dan perhatian. Waktu kecil, saya sangat kurus, kulit sawo matang agak gelap dan asmatis pula, bayangkanlah !

Apa yang diajarkan ayah dan ibu saya selalu bertahap dan dengan ajakan dan harapan tentang masa depan yang saya jangankan bisa membayangkannya, mengerti saja tidak. Suatu hari ibu saya berkata pada saya : “Mau nggak Elly mama ajarkan bagaimana cara memasak dengan cepat? ” Lalu ibu saya bercerita tentang mengapa itu perlu, memberikan contoh dikeluarga kami ada ibu ibu yang sudah punya anak tapi tak mampu melakukan tugas dapur dan tata laksana rumah tangganya dengan baik.

Lalu ibu saya melemparkan saya secara emosional ke depan dengan berkata seperti ini : “Nanti, Insha Allah Elly akan punya suami yang hebat, pejabat pula. Sebagai perempuan kita ini nak, harus bisa “diajak ke tengah” (masuk dalam pergaulan menengah) tapi rumah dan dapur harus selesai !” Saya tak bisa membayangkannya.

Puluhan tahun kemudian, seperti orang lain juga, kami merangkak dari bawah dan sampai pada suatu titik dimana sebagai staf dari pejabat tinggi Negara, kami kebagian tugas untuk menerima tamu yang merupakan pejabat tinggi atau utusan negara lain pada saat ‘open house’ lebaran di rumah beliau.

Saya datang dan  mencium lutut ibu saya, berterima kasih atas kata kata beliau dulu dan doanya. Saya tidak bisa datang di hari pertama lebaran karena saya mendampingi suami saya bertugas. Seperti yang dulu beliau sering ucapkan kepada saya, benar adanya : suami saya “membawa saya ketengah” Ibu saya membelai belai kepala saya dan menciumnya.

Mungkin bagi orang lain ini hal sederhana dan biasa saja, tidak begitu buat seorang Elly yang dulu kurus, hitam dan asmatis pula. Lagipula, kami berasal dari sebuah kampung di ujung Sumatra yang namanya tak akan anda temukan di peta ! Apa yang saya alami buat saya dan keluarga saya sesuatu yang luar biasa, tak terbayangkan sebelumnya.

Di daerah kami itu, ada kebiasaan orang tua bila marah menyebut anaknya : “Bertuah !” yang artinya “sakti, keramat, beruntung atau selamat !” Jadi, kalau anaknya nakal sekali ayah atau ibunya akan berkata atau berteriak : “Ya Allah ini anaaakk, benar benar ‘bertuah’ engkau !”

Seandainyalah kalau kita lagi marah sama anak kita, kita bisa mengucapkan kata yang serupa … Belakangan saya membaca riwayat Imam Abdurrahman Sudais yang mungkin juga anda sudah tahu. Bagaimana  ketika beliau kecil juga suka iseng atau mungkin nakal. Ibu beliau tengah menyiapkan jamuan makan dan sudah mengatur dengan rapih makanan yang akan disantap. Tidak disangka Sudais kecil mengambil pasir dan menaburkannya di atas makanan tersebut.

Tapi mulianya sang ibu yang sangat kecewa itu, beliau ‘menyumpahi’ anaknya dengan kata “Ya Allah, semoga anakku ini menjadi imam Haramain !” (Kedua mesjid Al Haram dan Nabawi)

Di negeri kita ini banyak kisah serupa. Saya menamatkan membaca buku Athirah yang mengisahkan riwayat hidup ibunya bapak wakil presiden Jusuf Kalla, yang sekarang filmnya sedang tayang di bioskop. Alkisah ibu Athirah ini sedang berkendara dengan pak JK dan mereka melewati rumah Gubernur Sulawesi Selatan. Ibu Athirah berkata (kurang lebih) pada anak lelakinya yang sangat setia ini : ” Saya sebenarnya mengharapkan engkau tinggal di rumah itu !” Kenyataannya, pak Kalla dapat jabatan yang lebih tinggi dari Gubernur.

Walaupun sebagai orang tua kita telah berusaha melakukan yang sebaik yang kita bisa untuk anak anak kita, tapi kita tetap manusia yang bersifat silap, salah tidak tahu atau lupa!. Sayapun juga begitu, tak luput dari semua itu. Saya melakukan banyak kesalahan sebagai seorang ibu. Lalu begitu sadar, saya sujud, mohon keampunan Allah.

Marilah kita lihat masa lalu kita lewat kaca spion saja agar tidak lupa, tapi yuk kita fokus ke masa depan. Kita minta ampun pada Allah untuk semua keliru dan salah yang kita lakukan sengaja atau tidak sengaja. Kini dan kedepan mari berikan anak kita pondasi yang kokoh untuk mampu tegar di tengah persaingan yang semakin seram saja.

Percayalah, semua anak akan Allah beri masa depan dan itu bak dinding yang hampa. Biarkanlah anak itu melukisnya sendiri. Marilah kita terus menerus belajar mengendalikan kata kata karena : Your words shape your children’s world !

——————————————————————————————————————

Ditulis ulang dari postingan Ibu Elly Risman di group FB Parenting with Elly Risman and Family yang diposting pada 2 Oktober 2016, pk.23.43

Semua gambar diambil dari Instagram @joyofmom

 

 

Gangguan Penyerta Pada Disleksia

Kasus disleksia cukup sering beriringan dengan gangguan perilaku lain. Sekitar 30% kasus disleksia disertai dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) atau yang lebih dikenal dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Gejala ADHD yang utama adalah anak tidak bisa diam, tidak mampu menumpukan perhatian dalam waktu yang sesuai usianya dan bersikap impulsif (berbuat sesuatu tanpa pertimbangan, sekalipun mencederai orang lain maupun diri sendiri).

ADHD sendiri seringkali beriringan dengan gangguan perilaku lain yaitu Oppositional Defiant Disorder dan Conduct Disorder, yakni individu yang banyak menentang, membangkang bahkan melawan aturan aturan sosial.

Semakin banyak gangguan penyerta yang dimiliki seorang anak disleksia, semakin kompleks pula gejala klinis nya dan membutuhkan tata kelola yang seksama dari profesional.

Kasus disleksia yang tidak kunjung mendapatkan intervensi yang tepat sampai usia 9 tahun biasanya akan tetap menyandang kesulitan yang bermakna di sepanjang hidupnya.

————————————————————————————————————-

Disalin ulang dari tulisan dr.Kristiantini Dewi, Ketua Asosiasi Disleksia Indonesia di FB yang diterbitkan Senin, 17 Oktober 2016.

 

DyslexiaAwarenessMonth #1 –


Bulan Oktober adalah bulan Disleksia, makanya kepengennya siiihhh bisa posting tentang disleksia, kalo hastag sih 1 day 1 post yaa … kalo gue minimal adalah yaaa gak setiap hari juga, tapi kepengen sih bisa tiap hari.

Nah kali ini gue mau share apa yang gue dapet hari ini, Rabu 5 Oktober 2016 dari group DPSG Indonesia yang diposting oleh dr.Kristiantini Dewi

———————————————————————————————————————————-

Bagaimana disleksia bisa menimbulkan dampak yg berbeda beda pada setiap orang ?
Penyandang disleksia yang sudah mempunyai insight tentang profil ke-disleksia-an nya, akan berupaya mencari strategi untuk bisa mengatasi kesulitan kesulitan yg dihadapinya; dia juga akan bersemangat untuk memperkuat area area keunggulannya yg bisa jadi bersifat non akademis.

Kalau penyandang disleksia nya masih anak2, tentu “nasib” anaknya ini masih sangat dipengaruhi oleh bagaimana penerimaan dan bagaimana orgtua menyikapi amanah disleksia pada anaknya.

Orang tua yg ikhlas akan segera berupaya menambah pemahamannya ttg karakteristik anaknya yg disleksia, akan bersegera memperbaiki sikap dan bentuk dukungan yg dibutuhkan oleh sang anak.

Maka yg tjd insya Allah anak menjadi berani mencoba belajar materi2 yg sebelumnya di”takutinya”, semangat utk segera bangkit berjuang manakala dia blm berhasil menuntaskan sesuatu pekerjaan dg sempurna. Kepercayaan dirinya baik karena orgtua, guru dan lingkungan memberikan penghargaan yg proporsional atas upaya dan proses yg sdh dia tempuh dan lakukan.

Niscaya, anak kelak tumbuh menjadi individu dg kepribadian yg tangguh, pantang menyerah dan siap menjadi generasi penerus dg berbagai keunggulan2 yg dimilikinya.
Sebaliknya….

Para penyandang disleksia yg tdk mempunyai insight ttg kekhasan dirinya, atau orgtua yg tdk ikhlas menerima amanah tsb, atau guru/ortu/lingkungan yg salah melabel anak2 disleksia menjd anak nakal, bodoh dan malas, maka anak disleksia yg sejatinya membutuhkan dukungan dan pertolongan yg serius, malah lbh banyak menerima cercaan dan hukuman atas ke khusus an yg dimilikinya tsb.

(Padahal bukan permintaan dia utk jd seorg anak disleksia kan…)
Akhirnya, anak menjadi kaya akan pengalaman gagal, self-esteem nya menurun dan meyakini bhw dirinya adalah individu yg bodoh dan tdk berguna.
Belum lagi manakala kasus disleksia ini beriringan/ber komorbid dengan neurobehavior disorder lain spt ADHD, Oppositional Defiant Disorder, Conduct Disorder. Not to mention kalau tyt anak ini juga mempunyai kecerdasan yg jauh di atas rata2.

Tentu rasa frustrasi nya atas berbagai kegagalan akademis nya jauh lebih besar lagi. Shg bs muncul hal2 lain spt Anxiety, stress, depresi atau memicu timbulnya komorbid Bipolar Disorder.
Usia remaja dan dewasa muda dengan disleksia berat yg disertai banyak komorbid, rentan thdp depresi dan seringkali mempunyai perasaan ingin mengakhiri hidupnya.
#BulanPeduliDisleksiaIndonesia

#DyslexiaAwarenessMonth

#OneDayOnePos

#Dyslexia

#Disleksia

#AsosiasiDisleksiaIndonesia

#DPSGIndonesia

#Lexipal

#DyslexiaSpeaksUpIndonesia2016Surabaya

#WonderfulLifeTheMovie2016