2016 · From Group Elly Risman and Family · Parenting · Sarra Risman

Izinkan anak anda menjadi manusia by Sarra Risman

Jangan terlalu banyak peraturan. Izinkan anak anda menjadi manusia. Kalau semuanya tidak boleh, ya susah juga. Susah tumbuh, susah berkembang, susah semuanya. Aturan itu wajib, batasan itu perlu. Tapi kalo kata orang bule, pilih pilih ‘pertempuran’ mu. Kalau anak tidak habis makannya, tidak mengapa. Dia boleh makan sisanya ketika waktu makan berikutnya tiba. Kalau dia belum baligh, malas dan telat sedikit untuk shalat, tidak mengapa. Memangnya kita yang dewasa dengar adzan sudah langsung bermukena?

Kalau dia malas sekolah sesekali, izinkan libur sehari saja. Bukannya kita yang bekerja dapat waktu untuk cuti juga? Kalau dia lagi ngantuk jadi tidak mau merapikan mainannya, ya sudahlah. Tinggal bikin perjanjian saja bahwa dia akan merapikannya setelah bangun dari tidurnya. Kalau lagi sakit dan minta disuapin, lakukanlah. Sudah syukur dia masih mau makan walaupun cuma beberapa suap saja.

Kalau nilainya tidak setinggi yang kita harapkan dia bisa, biarkanlah. Kesuksesan seseorang tidak selalu berdasarkan rangking yang ada dalam buku raport nya. Kalau ada tugas rumah yang lupa dia kerjakan, maklumilah. Bukannya memang manusia itu tempatnya salah dan lupa?

Kalau habis makan, dia menunda mencuci piring, tak apalah. Kita bukannya juga tidak kalah sering menunda pekerjaan kita. Kalau disuruh tidur siang tidak mau juga, biar sajalah. Toh nanti juga malam InsyaAllah tidur nya lebih awal dari biasa. Kalau sebulan sekali kambuh malas ngaji nya, maafkanlah. Acapkali kita juga kalah ketika jendral nya syaithan menggoda.

Kalau disuatu pagi anak keukeuh sumekeuh tidak mau mandi, ya sudahlah. Toh sekali tidak mandi, tidak langsung kurap badannya. Kalau sehabis mandi dia pilih baju yang tidak matching, tutup mata. Apalagi kalau bukan untuk pergi ke tempat penting. Toh yang pake dia.

Kalau sesekali gak mau sikat gigi, biar sajalah. Kan sekali absen gak lantas giginya langsung kuning, bolong atau copot semua. Kalau sudah dibujuk rayu begitu rupa, dimasakin makanan beragam rasa dan tetap tidak mau makan juga, tak apalah. Lagipula kenapa juga dia harus makan ketika ibunya mengira dia merasa lapar? Yang punya perut siapa??

Kalau makannya lagi cuma mau 3-4 suap .. ya sudahlah. Tahukan anda bahwa perutnya hanya segenggaman tangannya saja? 3-4 suap sudah cukup memenuhinya. Izinkan anak anda menjadi manusia, karena orang tuanya bukan malaikat juga. Kadang manusia ada malasnya, lupanya, marahnya, sedihnya, ngambeknya. Tak apa. Jadi ada peraturan ‘wajib’, ada peraturan ‘sunnah’.

Tidak boleh berbohong, mencuri, menyakiti orang lain dan melawan orang tua. Peraturan peraturan yang wajib seperti itu. di masing masing rumah tangga, harus tetap slalu ada. Tapi yang sunnah, seperti memilih pakaian, lagi malas makan, ngambek gak mau bicara, maklumi saja.

Anak anak tidak bisa menyerap terlalu banyak peraturan. Kalau tidak perlu berdebat, tak usah lah. Lagipula bukannya untuk orang yang menghindari perdebatan, dijanjikan syurga? Banyakin hal yang boleh daripada yang tidak, agar ketika bertemu hal hal yang haram, lebih nyata beda nya.

Kalau semua gak boleh, jadi .. yang boleh apa? Kalau semuanya harus perfect adanya, ya nggak mungkin kan ya, lha wong kita yang dewasa saja susah. Sering sekali kita berharap mereka berperilaku seperti kita, bahkan lebih baik, ketika otak mereka saja bahkan belum bersambungan sempurna. Maka kita berkaca sebelum memberlakukan peraturan peraturan di rumah.

Betul, anak harus lebih baik dari orang tua nya. Tapi ekspektasinya harus masuk akal juga. Apa waktu kita seumur dia sudah bisa semua yang sekaran dia bisa? Kan tidak juga. Jadi jangan terlalu cepat marah, sedih dan kecewa, ketika anak tidak berperilaku seperti yang kita minta.

Banyak sekali peraturan agama yang bahkan kita yang dewasa juga belum melakukannya. Apakah lantas Allah langsung memberlakukan hukumannya saat itu juga? Harapan harus berimbang dengan limpahan kasih. Tidak bisa peraturan diberlakukan secara tegas, disiplin dan tanpa toleransi. Harus ada celah untuk malas, capek, marah dan salah. Karena anak anda hanya manusia, seperti anda 🙂

———————————————————————————————————————–

Ditulis ulang dari postingan Sarra Risman yang ditulis di FB Parenting Elly Risman and Family yang diterbitkan, 13 April 2016.

 

Iklan