2016 · Buku · Dyslexia · Sharing

CERITAKU … Buku Cerita nya Anak Disleksia

Kali ini aku mau cerita tentang suatu hal yang berhubungan dengan para pria kecil kesayanganku. Si Sulung dan Si Bungsu adalah anak anak dengan disleksia. Apa sih disleksia, akan aku bahas di postingan selanjutnya secara lebih detail ya. Di blog aku dulu, sudah pernah membahasnya sih, tapi tidak detail. Kenapa kali ini bisa detail? karena anak anak sudah masuk bulan ke 3 mengikuti terapi remedial untuk disleksia nya. Aku jadi lebih banyak lagi mendapatkan informasi dan berdiskusi dengan terapisnya Si Sulung dan Si Bungsu.

Buku ini aku beli di tempat anak anak terapi, direkomendasikan oleh Ibu Ilma, terapisnya si Sulung. Lihat dari judul depannya terlihat huruf yang tampak kebolak balik kan?! Buat anak normal mungkin agak aneh huruf yang terbalik seperti itu. Tapi untuk anak anak disleksia, seperti itulah huruf yang tampak oleh mereka, rumit! Belum lagi tanda baca dan angka, yang untuk anak disleksia dengan diskalkulia terlihat lebih rumit lagi.

Penulis buku ini adalah seorang mahasiswi bernama Indah Dwi Tjandra. Dia membuat buku tentang disleksia ini dari sudut pandangnya sebagai oberserver. Berkonsultasi dengan dokter Purboyo, dokter Kristiantini, Pak Fahmi dan Bu Ilma… kemudian terlahirlah buku ini.

Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, akan terlontar kata “eh ini kayak aku ya …” ternyata benar. Bahkan si Tengah yang bukan seorang disleksia saja sesaat sesudah membaca buku ini, belum sampai tamat bacanya loh … komentar yang keluar dari mulutnya ” ih kayak adek ya … iniiii kayak kakak banget ya …. ” hihihi …

Sebagian besar ciri ciri dan ciri khas anak disleksia di gambarkan secara jelas dalam buku ini. Untuk anak, pastinya lebih mudah menangkapnya. Untuk orangtua, sama juga 🙂 lebih mudah dan kalo aku sih dalam hati … komennya sama dengan si tengah.

Tergambar jelas, bagaimana dan apa kesulitan yang dihadapi oleh anak anak dengan disleksia. Tapi, Allah SWT menciptakan umatNya sedemikian sempurna. Dibalik kekurangan mereka, anak anak inipun memiliki kelebihan. Apa saja kelebihannya? Salah satunya tentang ‘sudut pandang alias point of view‘ mereka terhadap sesuatu hal bisa berbeda dari orang kebanyakan dan ‘thinking out of the box‘ nya yang selalu membuat kami, orang orang disekitarnya terbelalak, bengong terkadang disertai senyum dan gelak tawa.

Misalnya, jika anak diminta menggambar binatang yang ada di kebun binatang. Maka, anak normal akan menggambar sesuai dengan yang diperintahkan. Binatang yang ada di kebun binatang. Tapi, anak anak disleksia yang pada umumnya ketertarikan pada seni gambarnya cukup tinggi, akan menggambar hal tersebut secara detail, lengkap dengan kandang bahkan tepat makannya.

Karena disleksia adalah kesulitan belajar spesifik yang baru dapat benar benar ter deteksi setelah usia belajar di Sekolah Dasar ( kelas 1 SD ) maka tidak jarang untuk anak anak ini pengajar atau bahkan orang tua dibikin geleng kepala dengan beberapa kemampuan menulis,berhitung dan membaca yang perlu arahan ataupun pendampingan lebih.

Lihat kan tulisan yang kebolak balik itu? SiTengah awalnya agak sulit membaca tulisan itu langsung pada saat ia pertama kali membacanya. Tapi begitu si Sulung dan si Bungsu yang membuka buku ini dan membaca halaman ini, dengan lancar mereka membaca semua tulisan ‘aneh‘ itu. Bagi kita orang dewasa sih bisa juga ya dengan cepat membacanya 🙂

Selain bermasalah dengan kemampuan menulis, berhitung dan membaca, sebagian besar anak anak dengan disleksia mengalami masalah dengan daya ingat. Hmmm, inget gak film Finding Nemo? Dori, teman ayahnya Nemo mengalami ‘short term memory lost‘ Nah itu juga yang ada pada anak anak dengan disleksia. Kalo istilah si Sulung “ibu, aku itu susah ngerti tapi gampang lupa deh kalo pelajaran Matematika”

Sebelum aku tahu jika anak kami memiliki disleksia, hampir kesal rasanya mengajarkan dia pelajaran Matematika. Terutama jika sudah masuk materi soal cerita. Si Sulung tampak stress sekali jika menemukan soal cerita macam itu. Baca berulang kali, semakin dibaca dia semakin pusing 😦

Lain si Sulung, lain lagi dengan si Bungsu. Jika sang kakak pusing dan sulit sekali menghadapi angka angka dalam Matematika khususnya, Si Bungsu dia tidak suka dengan pelajaran yang mengharuskan dia membaca dan dalam menulis, dia cepat sekali merasa lelah. Belum lagi adaaaa saja huruf yang hilang dalam kalimat yang ditulisnya. Apalagi jika bertemu dengan double konsonan macam ‘pr’ ‘ny’ ….. dia pusing 😦

Membaca buku ini, selain kita seperti diputarkan film dimana anak kita menjadi pemerannya, kita orang tua dapat memberi penjelasan kepada mereka, apa sih disleksia? Kita bisa kasih tau kalo gak malu kok kita punya disleksia. Dan seperti tujuan awalnya aku beli buku ini, aku ingin anakku tahu kalo mereka itu seorang disleksia dan tidak perlu malu menjadi seorang disleksia.

Selama ini kami selalu tekankan pada mereka bahwa, Allah SWT Maha Adil, Maha Sempurna …. dibalik semua kekurangan yang dimiliki, Allah SWT juga tidak lupa menyelipkan banyaaakkk kelebihan yang DIA berikan. Dengan buku ini, anak jadi lebih mudah mencerna dan memahaminya. Yang paling utama, karena ini adalah buku bergambar, mereka mudah sekali mengerti dan menerima pemahamannya. Seperti yang ada di halaman awal pembuka buku ini yang aku suka sekali membacanya tulisan :

Anak anak adalah pelangi. Mereka hadir dengan warna yang berbeda beda, tapi setiap warnanya istimewa dan punya cerita.

Iklan

4 tanggapan untuk “CERITAKU … Buku Cerita nya Anak Disleksia

  1. Selamat siang.
    Saya punya anak usia 7tahun dan kesulitan membacanya luar biasa. Saya curiga dia disleksia. Kira kira dimanakah saya bisa memeriksa anak saya?apakah langsung ke psikolog?

  2. hai … ami … eh bener kan ya panggil boleh ami 🙂 ami tinggalnya dimana? kalo di Bandung, saya memeriksakan anak saya ke dokter Purboyo Solek dan dokter Kristiantini, Beliau suami istri, praktek di Indigrow, Jl. Haruman dan di RS Melinda II di Pajajaran. Kalo di Jakarta saya kurang paham.

  3. Ami …. Tinggal di jakarta ya? *mampir blog tadi* nanti saya coba tanyakan di group DPSG … Bisa dirujuk ke dokter mana. Kalo boleh tau, jakarta nya bagian mana agar lebih memudahkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s