Jangan Enggan Berkencan by Sarra Risman

Berbicara tentang parenting, kita sering sekali lupa pada akar katanya, yaitu : parents. Sepasang laki laki dan perempuan yang memutuskan untuk bersama dan memiliki keturunan. Sering sekali waktu ‘bersama’ itu terlupakan semenjak tangisan anak pertama … apalagi setelah anak kedua, wah … hampir tidak pernah.

Padahal, proses yang bermula dengan 2 orang ini … walau terseling oleh 1 .. bahkan 17 anak sekalipun akan kembali berdua lagi. Bila waktu ‘berdua’ tidak sering dipupuk dan disirami, ketika waktunya untuk kembali berdua saja, akan terasa seperti 2 orang asing yang tidak saling nyaman antara satu dengan yang lainnya.

Kesibukkan kita sehari hari, ya mengurus anak, ya kerja di kantor, ya pekerjaan rumah tangga, mengkonsumsi sebagian besar tenaga dan waktu kita sampai sampai hampir tidak ada waktu lagi untuk pasangan kita. Dari hari berganti bulan, bulan berganti tahun.

Kita sibuk jadi karyawan, jadi ibu, jadi ayah … sampai lupa untuk menjadi kekasih dari pasangan kita. Ketika di awal pernikahan, banyak puisi, pegangan tangan dan rangkaian bunga, sekarang sudah rasanya dicinta. Kita cuma sempat menjadi kekasih beberapa menit saja dibalik pintu terkunci, sekali seminggu, sudah bagus.

Padahal setelah semuanya berakhir (pekerjaan pensiun, kawan pergi, orangtua meninggal dan anak menikah dan menjadi mandiri), pasangan kitalah yang InsyaAllah setia menemani sampai waktunya tiba untuk kembali. Jadi … sisihkanlah waktu anda untuk memainkan peran ‘kekasih’ ini, karena peran ini lebih penting dari yang kita sadari.

Pergi jalan jalan berdua saja, nonton di bioskop kek, jogging bareng pagi pagi kek atau go the extra mile dan have a candle light dinner. Gunakan ‘tanggal pernikahan’ sebagai patokan berkencan dengan istri. Titipkan anak anak sekali kali ke nenek dan kakek tidak membuat anda berdosa dan nenek kakek pun InsyaAllah tidak keberatan asal jangan terlalu lama.

Kalau tidak punya saudara yang tinggal dekat dan bisa dititipi (biasanya mereka yang diluar negeri yang sering mengeluhkan ini) janjian sama kawan karib dan bikin playdate antar anak anaknya, jadi kedua pasangan bisa saling bergantian untuk spend time berdua saja. Kalo itu gak bisa juga, ya setelah anak anak tidur jangan langsung tidur juga atau sibuk dengan masing masing handphone dan gadgetnya. Nonton bareng dengan supermi hangat 2 porsi, makan sepiring berdua. Gak perlu sering sering, cukup sebulan sekali saja. Kalau setiap hari, yang ada malah jumlah anak yang bertambah.

Intinya, cari caralah. Anak muda yang otaknya belum bersambungan aja bisa cari cara pacaran diam diam di belakang ortu mereka, masa kita yang sudah tua, sudah dewasa, sudah halal, kalah?

Hal ini terkesan sederhana dan sering sekali jadi prioritas ke dua puluh lima dari kesibukan yang ada, padahal efeknya jauh dan lama. Ketika pasangan kita happy, mereka akan bisa menjadi manusia, karyawan, anak, hamda dan ORANGTUA yang lebih happy juga. Kalau orangtuanya happy … anak anakpun akan merasakannya.

Jadi ambil kalender dan hubungi pasangan anda. Katakan bahwa anda merindukannya dan tentukan tanggal kencan bersama sekarang juga. Kemesraan pernikahan anda akan menjadi contoh bagi anak anak anda dalam pernikahan mereka kelak. Jadi … jangan enggan berkencan 🙂


Ditulis ulang dari postingan Sarra Risman yang diposting di Group FB Parenting With Elly Risman and Family yang diterbitkan pada 9 Maret 2016, pk.20.56.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s