Gangguan Penyerta Pada Disleksia

Kasus disleksia cukup sering beriringan dengan gangguan perilaku lain. Sekitar 30% kasus disleksia disertai dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) atau yang lebih dikenal dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Gejala ADHD yang utama adalah anak tidak bisa diam, tidak mampu menumpukan perhatian dalam waktu yang sesuai usianya dan bersikap impulsif (berbuat sesuatu tanpa pertimbangan, sekalipun mencederai orang lain maupun diri sendiri).

ADHD sendiri seringkali beriringan dengan gangguan perilaku lain yaitu Oppositional Defiant Disorder dan Conduct Disorder, yakni individu yang banyak menentang, membangkang bahkan melawan aturan aturan sosial.

Semakin banyak gangguan penyerta yang dimiliki seorang anak disleksia, semakin kompleks pula gejala klinis nya dan membutuhkan tata kelola yang seksama dari profesional.

Kasus disleksia yang tidak kunjung mendapatkan intervensi yang tepat sampai usia 9 tahun biasanya akan tetap menyandang kesulitan yang bermakna di sepanjang hidupnya.

————————————————————————————————————-

Disalin ulang dari tulisan dr.Kristiantini Dewi, Ketua Asosiasi Disleksia Indonesia di FB yang diterbitkan Senin,Β 17 Oktober 2016.

 

Iklan

4 thoughts on “Gangguan Penyerta Pada Disleksia

  1. Makasih Bu Silpi ilmunya. Semakin ke sini disleksia juga semakin mendapatkan perhatian. Akhir-akhir ini sedang rame kan dibahas tentang film bertema disleksia. πŸ˜€

  2. Sama sama dani 😊 iyaa film Wonderful life … semoga dg adanya film itu minimal sekolah, guru jd tau dan terbayang seperti Apa anak disleksia itu ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s