2017 · jalan jalan · Japan · Shirakawago · travelling · work&travel

Unforgetable Moment at Shirakawa go

Setelah mendapatkan salju pertama di Kanazawa sebelumnya lalu kemudian saya menginap di Toyama, pagi pagi sudah siap untuk perjalanan menuju Shirakawa go. Sebenarnya saya menyesal sampai hari ini karena melewatkan waktu untuk dapat mengunjungi Starbucks yang ada di Toyama. Konon Starbucks di Toyama ini adalah Starbucks terindah di dunia.

Saya liat foto beberapa teman saya yang bela belain mampir kesana tapi karena foto diambil kurang maksimal, gak terlalu tampak keindahannya. Saya hanya lihat bangunannya penuh dengan kaca kaca.Tapiiiiiii ……… saat akan posting ini, saya sengaja searching di Google, oemjiiiii …. MENYESAL ! ini starbucks Kereeeenn bangeett, ngeett … ngeettt … ! Ini foto saya dapat dari Google dan sumbernya adalah http://www.morimoridx.cocolog-nifty.com

Gimana, kereeen kan ?! Ada yang udah pernah ke sini kah? Semoga saya dikasih rejeki dan usia untuk bisa ke sini nanti. Sama suami dan anak anak sih pengennya, hehe … aamiin … Nah berbekal rasa kecewa, saya bener bener jaga kondisi badan. Setelah istirahat dan minum obat plus vitamin, pagi itu saya emang siap banget deh buat menjelajah Shirakawa.

Diinformasikan oleh tour guide kita bahwa kondisi cuaca di Shirakawa go lebih dingin daripada Toyama dan bener aja, minus 4 hehe. Kita pake bis dari Toyama ke Shirakawa gak sampe 1 jam. Dalam perjalanan, berkali kali mengucap syukur … betapa saya melihat salju dan pemandangan yang indah sepanjang jalan. Hampir sepanjang jalan tertutup salju dan di tengah perjalanan mulai turun lagi hujan salju.

Ini semacam mimpi menjadi kenyataan. Doa dikabulkan ๐Ÿ™‚ Karena kalo seandainya lihat di perkiraan cuaca bulan Maret apalagi minggu ke 2 itu udah masuk semi, tapi ini saya sejak hari pertama sudah dapat hujan salju. Saya yang datang dari keluarga biasa saja gak pernah berkhayal bahkan mimpi untuk bisa lihat salju apalagi merasakan hujan salju, tapi Alhamdulillah Allah SWT kasih saya rejeki indah seperti ini ๐Ÿ™‚

Sampai di Shirakawa go, pedesaan ini benar benar masih tertutup salju ๐Ÿ˜€ Senaaaang bukan kepalang hahaha ndeso ya! Tampaknya Shirakawa go ini memang sedang jadi tempat wisata yang sedang ‘naik daun’ ya. Kami sudah pagi sekali rasanya sampai sini, tapi ternyata sudah ada beberapa bis yang parkir dan semakin lama semakin banyak bis yang berdatangan.

Shirakawa ini adalah sebuah desa yang letaknya ada di prefektur Gifu. Tau kan ya kalo di Jepang ini terdiri dari prefektur prefektur. Sewaktu pertama kali memutuskan Shirakawa ini menjadi salah satu tujuan utama trip kali ini, bos Jepun saya sudah bilang kalo desa ini masuk ke dalam salah satu UNESCO World Of Heritage. Desa Shirakawa terletak di lembah dan terdapat sebuah sungai yang mengalir yaitu sungai Shลkawa.

Menuju kompleks pedesaan indah ini dari parkiran bus, kita akan melewati jembatan. Menurut tour guide kami, spot ini merupakah salah satu spot yang paling banyak digunakan untuk berfoto. Sebagai wong ndeso, ya saya ikutlah ya foto foto di jembatan ini, walopun deg degan juga sik … secara itu jembatan goyang goyang kalo dilewatin orang ๐Ÿ˜€

Begitu sampai di kompleks pedesaan nya, salju dimana manaaa ๐Ÿ˜€ *joget* Melihat masih tingginya lapisan salju saat saya berkunjung ke sana, gak heran dong ya yang katanya Shirakawa ini merupakan salah satu tempat yang paling banyak menerima salju di Jepang. Salah satu yang membuat Shirakawa go ini terkenal adalah rumah tradisional nya yang bernama gassho-zukuri yang kalo di terjemahkan dalam bahasa adalah ‘konstruksi tangan berdoa’. Itulah kenapa ciri khas dari atas rumah di Shirakawa miring seperti tangan orang sedang berdoa.

Atap dari rumah di pedesaan ini terbuat dari jerami yang sangat tebal. Katanya, jerami ini sengaja dibuat untuk mengurangi hawa dingin saat musim salju. Katanya lagi, semua atap rumah di pedesaan ini menghadap ke timur dan barat. Aneh gak sih? Enggak kan ya? hehe … ternyata hal tersebut memang dibuat seperti itu agar salju yang menempel diatas dapat segera mencair jika terkena sinar matahari saat musim dingin mulai berakhir.

Apa keunikan lain dari gassho-zukuri ini? Ituloh kayu kayu yang membentuk rumah ini. Semua kayu yang membentuk rumah ini tidak ada satupun yang dipaku loh. Trus disatuinnya pake apa? Pake tali ! Tali ini terbuat dari jerami yang dijalin yang disebut “neso”. Ini adalah istilah untuk cabang pohon yang dilunakkan.

Karena Shirakawa ini termasuk dalam salah satu UNESCO world of heritage, selain sisi positif desa ini menjadi incaran para turis ada konsekuensi lain yang didapatkan oleh para penduduk di desa ini yaitu para penduduk atau warga desa Shirakawa gak bisa seenaknya melakukan renovasi rumah mereka. Demi untuk menjaga kelestarian desa inilah maka oleh pemerintahnya dibuat aturan seperti itu.

Selain keunikan rumah di Shirakawa ini ada keunikan lain yang menjadi ciri khas dari Shirakawa ini yaitu sebuah tradisi yang dinamakan “yui“. Yui ini adalah tradisi penggantian atap rumah. Biasanya dilakukan setiap 20-30 tahun sekali. Nah tradisi ini pun menjadi perhatian para turis juga. Kenapa? karena tradisi ini biasanya dilakukan kurang lebih oleh 200 orang secara bergotong royong dan tidak jarang para turis ikut membantu sebagai tambahan pengalaman unik. Kenapa sebanyak itu orangnya yang bantu melakukan penggantian itu? karena diharapkan dapat selesai maksimal 2 hari agar pemilik rumah dapat segera beraktivitas normal kembali.

Mungkin karena tradisi yang sarat dengan kebersamaan dan gotong royong inilah yang menjadi satu dari sekian alasan kenapa Shirakawa begitu ‘cantik’ dan unik sehingga bisa masuk dalam unesco world of heritage.Sebenarnya selama periode Januari – Februari dimana salju sedang berada pada titik tertinggi di Shirakawa ini ditetapkan 7 hari khusus Shirakawa ini bermandikan cahaya lampu pada malam hari. Hal ini terkenal dengan nama iluminasi musim dingin Shirakawa go.

Menjadi sebuah desa yang terkenal dan merupakan salah satu dari 20 desa terindah di dunia membuat ada nya sedikit pergeseran dalam kehidupan sosial para penduduk di Shirakawa ini, Penduduknya tidak melulu bertani, tapi sebagian dari rumah rumah tradisional ini dijadikan penginapan dan menjual souvenir khas Shirakawa ini.

Souvenir paling khas dari Shirakawa ini selain sake dan sate sapi hida adalah boneka unik yang bernama Sarubobo. Sebenarnya menurut tradisi sarubobo ini adalah semacam mainan boneka yang dibuat khusus oleh nenek untuk cucu mereka. Jika diberikan kepada anak perempuan ini adalah jimat dengan harapan agar mereka mendapatkan jodoh yang baik, pernikahan yang langgeng, anak yang berbakti dan berbagai hal baik lainnya.

Sebenarnya boneka ini berwarna merah, tapi saat ini ternyata boneka Sarubobo ini ada dalam berbagai warna. Boneka Sarubobo ini adalah boneka kera merah, kata Saru adalah kera dan Bobo adalah bayi dalam dialek pengucapan khas daerah Takayama. Jadi Sarubobo adalah anak kera. Selain arti nya adalah kera, Saru pun berarti ‘pergi’ jadi bisa juga diterjemahkan menjadi hal hal yang buruk akan pergi. Biasanya boneka ini dijadikan hadiah untuk pasangan yang sedang menunggu kelahiran bayinya. Boneka ini diberikan sebagai ucapakan selamat dan doa agar bayi yang dilahirkan nanti sehat.

Karena sekarang ini sarubobo sudah dibuat dengan beragam warna, ternyata konon masing masing warna memiliki arti sendiri. Seperti misalnya warna merah jambu alias pink itu untuk keberhasilan percintaan, kuning untuk rejeki dan keuangan, hijau untuk kesehatan, biru untuk keberuntungan dalam sekolah dan kerja serta warna hitam untuk menghilangkan kesialan.

Saat asik menelusuri jalan jalan di desa cantik ini *walopun gak sampe keliling ke ujung karena sempitnya waktu* tiba tiba dikasih rejeki ujan salju yang lumayan deras yang makin lama makin deras. Tapi dibanding saat di Kanazawa atau Toyama, di Shirakawa ini tidak terlalu dingin. Ini mungkin karena walopun bersalju tapi tidak ada angin. Karena agak deras, saya sempat berteduh di salah satu toko cindera mata. Akhirnya beli deh 2 bijik gantungan kunci pesenan putri kecil.

Cindera mata yang khas lainnya adalah semua yang berbentuk gassho-zukuri. Makanya saya tertarik untuk membeli tempelan kulkas bentuk gassho itu karena memang saya mengkoleksi tempelan kulkas dari berbagai tempat. Setelah numpang neduh di toko souvenir saya sempat berjalan lagi dan bermaksud untuk mencari Wada House, tapi sayang waktu gak memungkinkan. Ini mungkin karena saya terlalu euforia bermain main salju saat baru memasuki perkampungan ini.

Wada House atau rumah Wada ini adalah adalah rumah gassho-zukuri terbesar di perkampungan ini. Ada tiket masuk yang harus dibayar untuk menikmati Wada House ini. Wada House juga letaknya berdekatan dengan Kuil Myozenji. Karena tidak memungkinkan untuk berjalan lebih jauh lagi, akhirnya sambil berjalan pulang saya mampir ke sebuah kedai kecil yang menjual kopi dan beberapa macam souvenir. Saya tidak lagi membeli souvenir, hanya membeli kopinya saja. Dengan kopi panas di tangan, sedikit mengusir rasa kecewa, tidak dapat menjelajahi Shirakawa secara keseluruhan.

Berdiri memandang desa Indah ini sebelum kembali ke bis, dalam hati saya berkata …. Salju dan kopi …. ahh hari saya sangat indah dan sempurna ๐Ÿ™‚ Alhamdulillah …. Terima kasih ya Allah ….

Sebenernya postingan ini masih belum puas cerita ya hehe, tapi seperti itu informasi yang saya terima dari tour guide saya kemarin. Sebenarnya kalo saya browsing di google banyak juga cerita tentang Shirakawa ini. Kalo yang ngikutin blog saya dari awal, mungkin … eh atau … semoga menemukan perubahan postingan tentang travelling saya dari waktu ke waktu ya. Karena memang seiring waktu saya memang gak lagi fokus ke ‘belanja belanja’ kayak di awal awal sehingga akhirnya banyaaaakk sekali hal hal indah dan bermanfaat yang terlewatkan.

Benar yang orang bijak bilang, hanya waktu yang paling abadi. Maksudnya, waktu yang sudah lewat tidak bisa kita rubah kembali. Nyesel yang udah ya udahlah. Makanyaย sebagai wujud syukur saya karena sebagian besar travelling saya adalah bagian dari pekerjaan, saya mulai merubah tujuan traveling saya. Konon travelling selain membuka mata juga membuka dan menambah wawasan kita. Makanya untuk setiap postingan traveling yang saya lakukan, ingin sekali rasanya dapat memberikan manfaat ๐Ÿ™‚

Yuk ah nyeselnya udahan … hehehe. Kemudian selanjutnya kami bersiap siap kembali ke Toyama untuk makan siang lalu dilanjutkan ke Toyama Station menuju Tokyo menggunakan shinkansen lagi. Sama seperti saat berangkat ke Kanazawa sehari sebelumnya, sepanjang perjalanan pun saya tidak bisa tidur. Terlalu semangat hehehe … Malam nya kami berencana makan malam di cruise. Ceritanya Tokyo nya di postingan lanjutannya yaaa ๐Ÿ™‚

 

2017 · Japan · Kanazawa · Lovely Moment · my dream · My First · my story · travelling · work&travel

My First Snow At Kanazawa

Alhamdulillah saya dikasih rezeki lagi untuk berkunjung ke Jepang, kali ini tujuan nya berbeda dengan musim yang berbeda pula. Jika 2 tahun lalu saya berangkat di akhir November yang mana itu adalah musim gugur, kali ini saya berada pada peralihan musim dingin ke musim semi.

Udah siap siap dari Jakarta bawa segala sesuatu untuk musim dingin yang gak terlalu berat itu. Bawa daleman heattech nya uniqlo 3 pasang, jaket ultra light 2 bijik, sepatu boot juga gak ketinggalan. Waktu berangkat, karena liat prakiraan cuaca di accuweather hanya berkisar 10-15 derajat, dengan PD nya saya pake sneakers dengan celana panjang chino tanpa heattech. Ternyataaaa begitu mendarat di Haneda, langsung nyesssss ….. suhu, 3 derajat sajoooo !

Kaki berasa beku lama lama, dingiiiinnya gak nahan. Diketawain salah satu bos saya …. PD banget sil, mana celana agak ngatung begitu ! hahahha … saltum ! Akhirnya setelah dapet update dari tour leader nya suhu di Kanazawa lebih dingin dari Tokyo dan masih ber salju, saya bongkar tas ransel untuk ambil celana heattech dan langsung ke toilet yang ada di shinkansen.

Toiletnya, bersiiiihhh … seperti toilet Jepang pada umumnya. Di kereta juga ada embak embak yang nawarin snack dan kopi. Kemarin saya beli kopi, per cup 480 yen. Udara dingin dan kopi non sugar yang buat saya saat itu terasa maknyoooss banget nikmatnya, berasa dikasih energi tambahan buat mulai menjelajah Kanazawa ๐Ÿ™‚

Perjalanan dari Tokyo ke Kanazawa menggunakan shinkansen kurang lebih 2 jam 30 menit. Sempat sedikit mengantuk tapi kemudian seger setelah lihat pemandangan di luar kereta … salju ! Iyap ! Saya norak senorak noraknya waktu liat daerah yang kita lewati masih tertutup salju, kegirangan setengah mati pokoknya ๐Ÿ˜€ dan berharap semoga di Kanazawa atau Toyama atau Shirakawa go yang akan kami datangi itu masih banyak salju nya ๐Ÿ˜€

Tiba di stasiun Kanazawa tepat saat makan siang, kami makan siang di resto buffet di mall dekat stasiun. Lepas makan siang, semua mulai segar dan berfoto foto dengan salju yang ada di depan mall ๐Ÿ˜€ Makin dingin malah makin semangat semua. Iya, karena ini pengalaman pertama saya dan juga hampir semua peserta trip melihat salju secara langsung ! Bukan kapas kapas macem di mall di Jakarta sini saat jelang Natal di bulan Desember hehe. Oya untuk sepatu, baru saya ganti boot setelah saya beres makan siang dan bersiap ke Kenrokuen park. Dimana gantinya? di bis ๐Ÿ˜€

Tujuan pertama adalah Kenrokuen Garden. Konon taman ini merupakan salah satu dari 3 taman terindah di Jepang. 2 Taman indah lain yaitu Korakuen di Okayama dan Kairakuen di Mito. Alhamdulillah saya bisa berkunjung salah satu taman indah itu. Kenrokuen ini konon dibangun oleh klan Maeda yang juga merupakan bagian dari Kastil nya yang terkenal dengan nama Kanazawa Castle. Memang letaknya pun bersebrangan dengan kastil nya.

Kanazawa ini juga terkenal dengan emas nya, salah satunya es krim mas yang patung es nya ada di dekat gerbang masuk Kenrokuen Garden ini. Nyicip gak? karena suhu lumayan yaa … 1 derajat, saya gak berani nyicip, tapi ada beberapa teman saya yang nyicip dan ketika saya tanyakan bagaimana rasanya, mereka bilang … “kayak es krim cone nya mekdi” hahaha. Bentuknya juga mirip kan ya? Oya tiket masuk ke Kenrokuen ini sekitar 310 yen. Untuk jam buka nya jika di bulan Maret – pertengahan Oktober jam 07.00 – 18.00, dari pertengahan Oktober – Februari lebih singkat yaitu dari jam 08.00 – 16.30.

Saat saya datang kemarin, karena masih peralihan dari musim dingin ke musim semi, pohon pohon masih diikat, nah konon ini merupakan salah satu yang buat taman ini terkenal yaitu bernama “Yukizuri” ( hanging snow). Jadi selain untuk mempertahankan pohonnya, jika salju sedang banyak dan tebal maka tali tali ini akan dipenuhi salju dan akan terlihat seperti “hanging snow”. Diantara 3 taman terindah itu, konon Kenrokuen ini yang paling indah. Katanya, taman ini mengandung 6 unsur yaitu kelapangan, ketenangan, kecerdasan, kuno, sumber air, dan pemandangan.

Terlihat kan tali tali kecoklatan diantara pohon pohon itu? nah itulah yukizuri. Taman ini benar benar indah dan bulan Maret ini adalah peralihan dari musim dingin ke musim semi, ada beberapa bunga plum yang sudah mulai berbunga. Awalnya ada yang bilang kalo itu Sakura, tapi ternyata salah satu bos Jepun saya bilang kalo itu bukan sakura, tapi plum. Sekilas memang mirip ya, warna bunga nya pun agak pink begitu.

Saat kami berkunjung kemarin, banyak sekali anak anak gadis yang berkunjung dan menggunakan baju tradisional Jepang. Banyak dari peserta trip kami yang sebagian besar memang pria, inginย berfoto bersama para gadis Jepang dengan kimono ini. Diingatkan berkali kali oleh atasan atasan saya untuk minta ijin. Karena menurut atasan saya, orang Jepang ini sangat menjaga privacy … Jadi jika ingin berfoto dengan merekaย atau memotret mereka, kita harus minta ijin dulu.

Saya berkeliling taman ini sampai ke ujung, ada seperti jalan keluar yang terhubung dengan jalan kecil macam gang tapi saya tidak berani menuju kesana karena tidak ada satu pun orang yang menuju kesana. Akhirnya saya hanya mengitari taman saja sampai selesai sampai mengambil foto untuk beberapa bunga yang mulai bermekaran.

Ada yang berwarna pink, ada yang berwarna putih. Sayangnya saya gak tahu itu bunga apa karena tulisannya dalam bahasa Jepang dan saya sedang tidak berada dekat dengan atasan Jepun saya saat itu jadi gak bisa tanya tanya.

Sebelum keluar dari taman ini, seperti biasaaa … setor dulu ke toilet ๐Ÿ˜€ Mungkin karena dingin jadinya beser banget ya. Keluar dari pintu gerbang yang sama saat masuk tadi, saya dipanggil teman saya yang ternyata sedang menghangatkan diri di kedai kecil dekat pintu gerbang masuk Kenrokuen ini. Letaknya persis di dekat patung es krim emas itu.

Ada beberapa orang wanita Jepang dengan baju kimono nya juga disini. Lumayan heater yang ada di kedai itu bikin badan sedikit nyaman. Plus saat itu bisa megangin minuman kaleng hangat jadi makin nyaman deh ๐Ÿ˜€ Minuman hangat ini ternyata sudah ditukar 2-3 kali oleh GM saya hahaha. Jadiii kalo sudah berasa mulai gak hangat, dia tukar lagi minuman nya dari lemari yang ada dan oleh penjaga toko nya dibolehkan, lumayan kan ๐Ÿ˜€

Setelah puas menghangatkan diri kebetulan group kami dipanggil untuk berkumpul dan berjalan menuju Kanazawa Castle. Suhu terasa semakin dingin, awalnya kami pikir karena hari sudah semakin sore. Kami berjalan masuk ke Kastil dan saya sempat berfoto foto sejenak di depan pintu gerbang kastil ini.

Kami masuk hanya sampai pintu gerbang ke 2 dimana ada lapangan luas dan 1 tempat yang berisi tentang cerita dari Kanazawa Castle ini. Banyak yang masuk tempat ini, tapi saya yakin mungkin maksudnya sama dengan saya …. mau menghangatkan diri. Saat sedang membaca baca cerita dari kastil ini ternyata ….. turun hujan salju ! MasyaAllah ….. semua peserta terutama saya seneeeng banget ! Ini kali pertama saya merasakan hujan salju.

Saat saya sampai di Kanazawa dan ternyata masih banyak salju saja saya sudah bahagia banget eh ditambah hujan salju, bahagia triple hahaha sudah bukan kwadrat lagi ya ๐Ÿ˜€ Selesai dari Kastil kami diajak naik ke bis dan dibawa ke suatu tempat yang merupakan toko yang menjual segala sesuatu yang mengandung emas. Dari mulai teh ada emasnya yang konon bisa buat awet muda *langsung kepengen nenggak seteko* terus banyak banget barang barang lain yang ke emas emasan.

Ada juga sebuah pajangan yang ada di salah satu bagian toko itu yang menurut para penjaganya bangunan itu terbuat dari mas. Kita gak boleh pegang, cuma liatin doang. Saya gak beli apa apa di toko ini, selain perhiasan nya lumayan mahal, apalagi buat yang asli emas barang lainnya juga lumayan harganya.

Beberapa kali ditawari cream wajah yang mengandung emas dan konon juga bisa buat wajah jadi awet muda tapi saya tetap pada pendirian, gak mau beli ! Hahaha … selain mahal, kulit saya ini kan jenisnya sensitif gak berani lah coba coba begitu.

Selesai dari toko itu sebelum kita meneruskan untuk makan malam, kami mampir dulu ke sebuah daerah yang konon terkenal dengan sake dan hal hal yang berbau tradisional, seperti makanan, cindera mata. Saya tidak turun di daerah ini karena menurut informasi tidak akan lama jadi saya menunggu saja di dalam bis. Oya saya melihat beberapa kali bis di Kanazawa ini yang unik, karena tertarik saya foto beberapa ๐Ÿ˜€

Selesai dari sini, kami menuju sebuah resto untuk makan malam. Menu nya barbeque ! Perut rasanya sudah protes sejak sore di tempat teh emas tadi, makanya gak sabar banget waktu itu. Ternyata dalam perjalanan, hujan salju turun lagi dan semakin lama semakin lebat. Saya norak gak kepalang hahaha. Saya video in dari dalam bis.

Saat turun saya saling merekam bersama teman saya dan kami norak bersama hahaha. Tapi saya tidak sendiri, hampir semua peserta norak saat itu. Jadi saat kami sadar, ternyata hampir semua orang mengambil video saat hujan salju itu. Gak apalah ya norak di negeri orang hahaha apalagi kalo ada temennya ๐Ÿ˜€

Selesai makan malam kami bergegas menuju hotel. Karena tujuan utama kami sebenarnya adalah Shirakawa go, maka kami tidak menginap di Kanazawa tapi di Toyama. Perjalanan dari Kanazawa ke Toyama sekitar 1 jam. Perjalanan 1 jam tidak terasa karena kami masih tertakjub takjub memperhatikan hujan salju yang semakin lama semakin lebat itu.

Sampai di Toyama, saya sudah sangat lelah tapi masih menyempatkan diri untuk melakukan briefing dengan travel agent untuk acara esok hari agar lebih sempurna. Badan sudah mulai berasa rontok ditambah kok mulai demam ๐Ÿ˜ฆ

Akhirnya selesai briefing saya hanya sempat nyebrang ke Lawson di depan hotel untuk beli earphone karena video call saya dengan anak anak dan HN jadi gak asyik gara gara saya kelupaan bawa earphone. Oya di Toyama kami menginap di Toyama Tokyu Excel Hotel dan saat kami baru sampai, kami disambut oleh beberapa orang yang membawa spanduk dan ada badutnya jugaย lalu minta kami berfoto, ternyata mereka dari dinas Pariwisata Toyama ๐Ÿ™‚ Memang rombongan kami cukup banyak, 8 bis dengan total peserta 240 orang.

Alahmdulillah setelah makan obat yang dikasih dari travel agent, saya langsung tertidur dan terbangun dengan segarnya esok hari. Pengalaman hari pertama yang mengesankan dan gak brenti berucap syukur dikasih kesempatan indah ini oleh Allah SWT ๐Ÿ™‚