Memahami Mengapa Anak Menggunakan “Bad Words” dan Bagaimana Mengatasinya

” Tuing ! … ” denting hape saya menandakan ada pesan masuk. Saya kerling : nama Firdaus muncul di layar. Firdaus adalah Kepala Divisi Anak dan Remaja (DIAR) di YKBH. Sebagai pimpinan Divisi, Firdaus mempunyai kewajiban untuk melaporkan bukan saja rencana kegiatan DIAR pekan atau bulan ini tapi juga dengan cepat memberitahu saya tentang berbagai temuan lapangan terutama yang genting genting. Biasanya laporan temuan lapangan ini perlu segera ditindak lanjuti.

DIAR adalah bagian dari YKBH yang sangat saya syukuri dan banggakan kehadiran dan kerja kerasnya. Sejak berdirinya 14 tahun yang lalu, membuat YKBH memiliki data mingguan tentang perkembangan pengetahuan dan kelakuan anak anak sehubungan dengan perilaku pubertas mereka dan juga hal hal yang berkaitan dengan pornografi.

Luar biasa perannya dalam advokasi yang kami lakukan untuk membangun awareness tentang kerusakan otak akibat pornografi baik ke lembaga legislatif termasuk ketika berjuang mengesahkan UU Pornografi dan mempertahankannya di Mahkamah Konstitusi, di Kementrian dan  Lembaga, Sekolah, masyarakat luas juga ketika memperkenalkan apa yang sudah kita kerjakan sebagai bangsa dalam sidang PBB di Wina serta saat YKBH menerima penghargaan di Amerika.

Jadi beberapa hari yang lalu, pesan yang dikirim Firdaus adalah tentang keluhan berbagai fihak, kepala sekolah, orang tua, pimpinan lembaga tentang semakin meningkatnya penggunaan “BAD WORDS” di kalangan anak anak. Bila dulu kata kata seperti ini diucapkan dengan mudah oleh anak anak SMA atau SMP, beberapa tahun yang lalu oleh anak anak SD kelas tinggi, kini jadi bahasa harian anak SD kelas rendah : murid kelas 2-3 !

Masalah utamanya adalah fenomena ini bukan hanya terjadi di sekolah di wilayah JABODETABEK saja, tetapi juga di berbagai kota yang belakangan ini dikunjungi oleh tim DIAR karena  kerjasama kami dengan Telkomsel untuk mensosialisasikan program internet baik. Saat tulisan ini saya buat, tim kami baru take of menuju Manokwari.

Kapan BAD WORDS digunakan?

Umumnya ketika anak kesal dengan temannya. Tetapi karena sebagian anak merasa mampu mengeluarkan dan menggunakan kata kata ini kesannya ” Keren “, maka mereka mengucapkannya dalam berbagai situasi, keluar otomatis begitu saja.

Apa saja BAD WORDS yang paling populer?

Saya minta maaf untuk menuliskan ini, tetapi agar ayah bunda tidak merasa aman dan menganggap anaknya tidak tahu kemudian agar ayah bunda mulai mewaspadai anak anaknya. Kata kata yang paling digunakan anak untuk mengekspresikan perasaannya adalah

“WTF” (What The Fu*k) – Fu*k – Anj**g – Mony*t – Ba*i  … dll

Istilah vulgar yang sangat enteng keluar begitu saja dari mulut mereka adalah : Ngen**t  – Kon*** dan berbagai cara orang menyebutkan organ kelamin manusia. Hadeuh !!

Dari mana sumbernya ?

Menarik sekali pengamatan dan pemantauan yang dilakukan oleh guru dari berbagai sekolah yang sudah biasa bekerjasama dengan DIAR. Mereka sudah mulai membangun cara komunikasi yang nyaman dengan murid muridnya untuk mengetahui perasaan mereka dan bekerjasama untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Menurut guru ini anak anak ini mendapatkan semua BAD WORDS tersebut selain dari teman adalah dari beberapa jenis komik tertentu dan umumnya dari vlog youtubers dan social media. Entah bagaimanalah kontrol penggunaan gadget di rumah, sehingga anak anak belia ini telah menjadi followers dari beberapa youtubers dan tokoh sosmed yang biasa bicara kasar dan menunjukkan bahwa mampu melakukan hal seperti itu jadi : “keren”.

Kami telah mengantongi beberapa nama ” tokoh-tokoh” tersebut dari pernyataan anak anak dan laporan guru.

Jadi bagaimana ?

Izinkan saya mengusulkan beberapa langkah yang saya harapkan bisa digunakan baik oleh orangtua maupun guru.

  1. Kita harus menyelesaikan dengan bijak dan baik kebiasaan buruk yang mulai merasuki anak kita, karena pertanggung jawaban kita pada Allah untuk menghasilkan anak yang berbudi dan beradab.
  2. Mulailah dengan tidak berburuk sangka bahwa anak kita telah melakukannya walaupun mungkin sudah.
  3. Tolong sadari dulu bahwa belum tentu anak mengerti apa yang diucapkannya. Mereka melakukannya umumnya karena meniru dan supaya tidak berbeda dengan temannya.
  4. KIta harus berusaha menciptakan situasi yang kelihatannya tidak sengaja untuk membicarakan ini dengan anak, padahal sudah disiapkan dengan rinci.
  5. Gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti termasuk untuk menjelaskan istilah dan gunakan kalimat yang pendek pendek serta banyak kalimat bertanya.
  6. Siapkan peralatan berupa 2 buah gelas container yang bening atau baskom kecil, air putih 2 botol atau teko kurang lebih 1000 ml dab cairan kopi kental setengah gelas.
  7. Berlatih untuk menyampaikannya sehingga kelihatannya tidak serius sekali tapi santai bak mendongeng.
  8. Bercakaplah dengan nada yang rendah dan rileks tapi fokus. Matikan hape dan minta bila ada saudaranya ditangani dulu oleh orang lain jadi tidak ada gangguan.

Hal hal yang harus kita ketahui lebih dulu :

  1. Kita harus pandai menyidik, kata kata buruk apa saja yang pernah didengar anak.
  2. Harus dibedakan antara anak laki laki dan anak perempuan.
  3. Darimana mereka mendengar atau mengetahuinya ?
  4. Siapa saja diantara teman temannya sudah biasa menggunakannya, apakah anak juga pernah membalas? Apa yang diucapkannya? Kapan?
  5. Karena teman temannya sudah biasa menggunakannya, apakah anak juga pernah membalas? apa yang diucapkannya? Kapan?
  6. Sudah berapa kali sejak pertama mengucapkannya?
  7. Kata kata apa saja yang sering digunakan anak?
  8. Bahas satu satu apakah anak mengerti atau tidak apa yang dikatakannya. Gunakan kalimat sederhana dan setelah dijelaskan tanyakan apakah panyas kata kata itu kita gunakan? Misalnya kata Mo***t, Ba*i , itukan binatang. Fu*k = orang melakukan hubungan suami istri. Pantas tidak kita ucapkan? Melanggar ketentuan Allah tidak? Jadi hukumnya apa?
  9. Perlu sekali menggunakan banyak kalimat bertanya karena untuk menjawab anak harus berpikir dan harus menengok ke dalam dirinya sehingga inilah yang penting : Menimbulkan kesadaran diri.
  10. Cari tahu dititik mana anak tidak bisa mengontrol dirinya sehingga dia terpaksa mengatakannya. Ini kita sebut sebagai : ” Keterampilan yang hilang “.
  11. Bagaimanakan perasaan anak ketika dia mengucapkan kata kata itu?

Anda bisa menambahkan beberapa hal yang ingin anda ketahui. Apa selanjutnya ? Pengumpulan informasi diatas bisa saja dilakukan oleh ibu. Tetapi sebaiknya untuk membahasnya dilakukan oleh kedua orang tua. Kehadiran ayah dalam hal ini amat sangat penting karena ayah selain penentu kebijakan dan aturan dalam keluarga, ayah bisa bicara tegas dan meyakinkan dengan menggunakan kalimat yang lebih pendek, terencana sehingga lebih mudah difahami anak.

  1. Mulailah dengan menyampaikan kondisi keluarga kita. Kita keluarga baik baik dan harus bicara baik baik seperti yang diperintahkan Allah : Wa kuulu linnasi husna ! : Bicaralah baik baik dengan sesama manusia. Gunakan kalimat bertanya : Kalau Allah sudah memerintahkan kita seperti itu, apakah kita boleh menggunakan BAD WORDS? Buat kesimpulan, bahwa dalam keluarga kita (minimal) kita harus bicara baik baik dan berusaha di luar keluarga kita, kita tetap memelihara diri untuk bicara dengan baik baik. Menggunakan kata kata seperti yang diperintahkan Allah : Qaulan Kariman : Bicara dengan kata yang baik, mulia – Kaulan Maisuran : Berkata yang mudah dimengerti – Qaulan Layyinan : berkata dengan lemah lembu, dll sambil merujuk ke Al Qur’an : surah dan ayatnya. Biasakan jadikan al Qur’an sebagai rujukan dan bila perlu ikut mencari dari indeks dan membaca ayatnya dan artinya langsung. Bila anda berbeda agama, gunakan cara yang sama dengan kitab suci anda.
  2. Role Play : bagaimana kalau temanmu menggunakan BAD WORDS ? Tunggu jawaban. Karena anak harus tahu bagaimana bersikap dalam situasi yang tidak menyenangkan dan dia harus menggunakan keterampilan dan pengetahuan yang ada dalam dirinya, bukan yang kita ingatkan dalam nasihat. Minta anak untuk memikirkan beberapa alternative untuk menjawab dan menyikapi temannya. Misalnya dengan mengatakan : ” Maaf ya, aku gak mau ikut ikutan kamu berkata jorok”. “Kalau kamu mau kamu aja, aku gak ikut ikutan!” dan lain lain. Biarkan alternative itu keluar dari anak dan hargai, bahkan kalau perlu puji : Keren, Hebat, Tuh kan anak ayah bisa! CATATAN : Role play sangat penting, karena 2 hal : (a). Anak berfikir konkrit, jadi harus dengan contoh. (b). Anak perlu memiliki modal yang sudah dibangun, diproduksi dalam dirinya, tinggal digunakan. Apalagi semua telah disetujui dan diakui kedua orang tuanya.
  3. Kini gunakan lah alat peraga, sambil menjelaskan bagaimana terjadinya “wiring” dalam otak anak karena kebiasaan. Setiap kali apa yang kita dengar dan kita lakukan otak membuat sambungan. Kalau dilakukan berulang ulang maka sambungannya akan menjadi sangat tebal karena otomatis. Maukah sampai dewasa berkata kotor dan kasar seperti di you tube dan med sos? Bagaimana kalau jadi orang tua, pemimpin perusahaan dan pemimpin orang banyak?
  4. Berikutnya ambilah gelas dan isilah 1/2 dengan air. Lalu ambil cairan kopi dan masukkan setetes. Tanya kepada anak mengapa warna air berubah? bagaimana kalau dimasukkan setetes lagi dan lagi dan lagi apa yang terjadi? Buat kesamaan dengan otak yang bersih dimasukkan air yang keruh/kopi dengan otak yang bersih kemasukkan kata kata kotor.
  5. Seumpama air yang semakin keruh itu tadi apakah menurut anak bisa diubah?
  6. Nah sekarang ambillah air yang kotor itu, letakkan di atas kontainer yang kosong. Lalu terus menerus diisi dengan air bersih yang 1000ml tadi sedikit demi sedikit sehingga air yang kotor tumpah ke bawah ke dalam kontainer dan air di dalam gelas menjadi semakin bersih.
  7. Jelaskan bahwa otak yang kotor bisa dibersihkan bila mau yaitu dengan terus menerus mengisinya dan menggantikan kata kata yang kotor dengan kata yang baik : tolong, terima kasih, maaf dan berbagai kata baik atau pujian lainnya.
  8. Tanyakan pada anak : mau otak bersih apa kotor? Mau berusaha atau tidak?

Motivasi, dukung dan dampingi !

Berpikirlah positif dan jadilah tauladan karena contoh dan teladan bekerja ribuan kali lebih baik daripada kata kata saja. Selamat berjuang, yuk kita berusaha melestarikan budaya bangsa kita seperti yang selama ini kita kenal : Bangsa yang berbudi luhur dan beradab tinggi. Jangan sampai terkikis oleh zaman dan teknologi.

Kuala lumpur, dini hari 21 November 2016* #mengasuh generasi digital

Elly Risman


Ditulis kembali dari tulisan Ibu Elly Risman yang diposting pada Group FB Parenting with Elly Risman and Family yang diterbitkan pada 21 November 2016, pk.12.08 AM.

Bandung Dental Clinic

Karena banyak yang mencari informasi mengenai dental clinic di Bandung, khususnya yang cocok untuk anak anak, maka saya menulis kembali postingan saya di blog terdahulu disini. Postingan ini ditulis pada tahun 2014. Semoga bermanfaat 🙂

————————————————————————————————————————

Sabtu minggu kemaren ini emang udah di jadwalkan sebelumnya kalo Sabtu ini kita bakal ke dokter gigi. Selain karna mau check up gigi nya neng Kika, yang urgent adalah karna Arfa tumbuh gigi tapi posisi nya di gusi atas, dimana gigi bawahnya masih utuh semua. Belakangan emang dokter gigi nya anak anak pindah, ke Apotik Jaya Buah Batu. Sebelumnya sih ke dokter gigi di Melinda, tapi karna kejauhan *kasian oma kalo aku lagi gak di Bandung dan Kika mesti check up di hari biasa* plus lumejen awis juga hihihi *hayoookk ngaku deh sil, yang paling gengges kan yang disebut terakhir kaaan….kaann.. 😛 * akhirnya diputusin pindah aja ke yang lebih dekat dan terjangkau dari rumah.

Cuma niiih, lama kelamaan dr.Syeni pasien nya makin banyak yang akhirnya bu dokter meng kuota jumlah pasien nya. Alhasil kalo ngotot di weekend siyap siyap dah selalu gak kebagian, karna kita gak bisa daftar by phone musti dateng langsung. Dokternya praktek jam 5, pendaftaran buka jam 4, nah jam 4 itu udah penuh ajeehh pasiennyah. Yaa mustinya lo dateng jam 3 dong sil..iiih ogah lah nunggu lama lama *yeee gak mau usaha yaa hihihii* Tapiii Sabtu kemaren ini udah diniatin banget dah, ke dokter gigi di Apotik Jaya meskipun bukan ke dokter Syeni, karna kalo enggak yaa gak jadi jadi. Sebelum ke Apotik Jaya, gue ama HN plus barudaks ke Depo Bangunan dulu di Soekarno Hatta. Gak lama kita di Depo, perjalanan dari Depo ke Buah Batu aku telpon dululah ke Apotik Jaya. Di bilang kalo ada dokter gigi yang praktek, aku tanya ampe jam berapa? dibilang sampe jam 1 siang.

bdc1

Liat jam saat itu jam 11 lewat 15 menit, perjalanan ke Buah Batu gak macet palingan 15 menit lah. Nyampe Apotik Jaya jam 11.30 naek ke lantai 2 ternyata, aku ditolak !! *keluar tanduk* katanya dokternya stop in jumlah pasien nya di jam 11.15 tadi dengan alesan dokternya gak enak body ! Awalnya aku ngotot dulu kenapa kok gak dibilangin tadi waktu aku telp. Tapi akhirnya aku yang menyerah setelah aku cerna baik baik alesan dokternya gak terima pasien lagi…”Baru Sembuh Sakit, Badannya masih Gak Enak” Apppaaahh?! berarti itu dokter kondisinya gak begitu fit dong yaa, laahh kalo nanganin gigi kan gak maen maen lah ya, yang ada jadi serem sendiri. Akhirnya diputusin melipir dengan elegan lah aku dari Apotik Jaya Buah Batu.

Akhirnya, HN bilang udah browsing ajalah cari Dental Clinic di Bandung lewat gugel, masa iya gak ada dental clinic yang bagus. Hmmm kalo HN sih yaa emang Dental Clinic minded, dia percaya bener dah kalo penanganan di Dental Clinic jauh lebih baik dan memuaskan dibanding Klinik biasa.Eh itu menurut si HN yaa, belum tentu bener juga kan teori dia *ini takut ditimpuk ama klinik biasa, maaP loh yaa*. Lewat om gugel aku dapet 3 Dental Clinic, 1 di Ahmad Yani, 1 di Pajajaran dan 1 nya lagi di Karapitan. Nah, karna posisi kita saat itu di Buah Batu akhirnya diputusin lah ke Dental Clinic yang di jalan Karapitan, karna mempertimbangkan faktor jarak terdekat saat itu. Nama Dental Clinic nya Bandung Dental Clinic (BDC) alamat nya di Jl.Karapitan No.88 Bandung. Liat di Website nya sih tempat nya bagus. Tapi aku gak mau ‘kemakan‘ foto ah, kan kalo foto tergantung angle ama keahlian si fotografer nya yaa bisa bikin jadi bagus banget itu tempatnya.

 bdc2

Posisi BDC ini kalo kita datang dari arah jl.Karapitan yang Universitas LanglangBuana itu, posisi nya ada di sebelah kiri, pas banget di lampu merah antara Karapita-Cikawao-Sadakeling. Ini tempat ternyata bener bener baru, pas dateng pasien nya cuma kita doang. Ditanya mau ke dokter umum atau spesialis, kita pilih yang umum. Dodolnya gue lupa tanya nama dokternya, dokternya baeeekk deh, ramah banget pulak. Masuk di ruang tunggu nya aja nyaman banget, nah kali ini si foto foto ternyata tidak membohongi. Apa yang tampak di foto website nya, pada kenyataannya seperti itu juga. Mungkin karna masih baru juga, tempat nya masih apik dan bersih *semoga terus apik dan bersih dan MURAH hahaha meni pake huruf kapital yak murahnya * Gak lama kita dipanggil buat periksa, naik ke lantai 2.

Waktu naik ke lantai 2, aku makin jatuh cinta lagiiii ama ini klinik. Ada kebagi 4 ruangan, kalo liat tema nya kayaknya dibagi berdasarkan warna warna deh. Ada ruangan Ijo, Orange, Pink dan Biru. Kita dipanggil ke ruangan paling ujung, khusus buat anak anak di depannya ada ruang tunggu yang berfungsi juga sebagai tempat bermain buat anak anak. Nuansa ruangannya…PINK !! *warna yang paling digila gilai oleh kika dan aku dooong 😀 * masih bersih *semoga terus bersih yaa 🙂 * terus gue sempet sempetin foto fotoin ruangannya yang lain. Si ruangan hejo dan ruangan orens iihh semua warna yang gue juga suka sebenernya. Nah pas pulang baru dikasih tau ama Kika dan HN diujung ada ruangan biru, ahh gak sempet foto deehh.

bdc4 bdc5

Itu jatuh cinta ama interiornya yaa *secara aku mah demeeenn banget dah ama interior warna warni, apalagi kalo warna pastel dan minimalis* pas ketemu dokternya, makin jatuh cinta lagiii. Dokternya baiiikk deh, yang pertama masuk Kika. Ditanya, apakah sudah pernah ke dokter gigi sebelumnya? Kita jawab Kika sudah beberapa kali ke dokter gigi. Diperiksa semuanya, termasuk bekas tambalannya. Nah sebenernya kan Kika ada 1 tambalan sementara yang jadwalnya minggu itu musti balik dan di tambal permanen. Kika ini akhir akhir ini sering bengkak pipi nya dan bilang gigi nya sakit. Emang sih ada beberapa yang bolong, trus ternyata juga gigi geraham nya udah ada yang gigi tetap tapi nya bolong ! Duuhh si ceces mah gigi nya emang super duper dah, akhirnya di tambal deh si gigi tetap itu. Kalo si gigi yang udah ditambal sementara akhirnya dibongkar lagi tambalannya.

Sebenernya si gigi itu sebelumnya infeksi sampe abses, makanya diobatin trus beres diobatin mau ditambal ceritanya. Tapi pas tambalan di bongkar, melihat kondisi dan kedalaman lubangnya, menurut bu dokter baik hati kayaknya gak mungkin bengkak ditimbulkan dari si gigi itu. Dokter malah curiga itu muncul dari gigi sebelahnya yang udah ditambal permanen.

Khusus Kika, karna kondisi giginya yang ‘roges’ itu disarankan dokter untuk check up sebulan sekali. Check Up ini dilakukan buat memonitor kondisi gigi Kika khususnya yang udah roges bin item item itu. Takutnya ada tumbuh gigi dibawahnya tapi gak kemonitor di rumah atau bisa jadi si gigi udah gak gitu berfungsi dan keberadaannya malah mengganggu proses mengunyah makanannya. Nah khusus untuk gigi yang begitu ada kemungkinan akan dicabut.Untuk masalah bengkak nya yang dokter sih curiga dari gigi yang udah ditambal permanen itu, rencananya kalo masih ada keluhan sakit dan bengkak, dia akan rontgen kondisi gigi nya, biar bisa lihat di dalam tambalan itu seperti apa.

bdc6

Yaa, aku sih iya iya aja yaa, tapi sejauh ini aku puas ya ama penjelasan dokter yang detail banget ngejelasin nya. Dan emang kalo gigi ini aku ama HN pengennya lebih concern lagi sih di tahun ini.Tahun tahun kemaren kan agak longgar buat gigi, kita lebih fokus ama terapi perilaku nya Arfa dan Azka. Makanya saran bu dokter buat check up gigi Kika tiap bulan langsung kita iya in. Kemaren itu total tindakan buat Kika, 1 tambal gigi permanen dan 1 bongkar tambalan sementara trus ditambal lagi sementara. Rencananya hari Sabtu ini kita bakal ke BDC lagi buat tambal permanennya.

Beres Kika ditambal, gilirannya Arfa. Sebelumnya sama seperti ke Kika dokter tanya ini kali pertama kah Arfa ke dokter gigi? Aku bilang kalo ini pertama kalinya Arfa ke dokter gigi. Kita bilang kalo ada gigi yang tumbuh di atas gusinya Arfa. Dokternya bilang dia akan ajak ngobrol dan santai dulu, biar gak trauma. Jadi waktu Arfa dateng, salaman ama dokternya, gak langsung diperiksa. Diajak ngobrol dulu ama dokter dan para asisten nya. Dokternya kasih liat kursinya yang ‘bisa terbang’ itu. Trus bilang gigi nya Arfa mau diliat *dokternya gak bilang mau diperiksa loh 🙂 * Lalu dengan sukarela mangap lah si Arfa 😀 Posisi gigi nya itu kayak tampak foto di bawah ini nih *aku fotoin giginya, minta dia liatin lebih jelas sambil cerita dan ijin mau pasang foto dan ceritain gimana hebatnya Arfa kemaren di dokter gigi 😀 anaknya iya aja sambil cengengesan *

Sebelum tindakan ke gigi nya yang numbuh seenak udel itu, dokter periksain semua giginya. Sama kayak Kika gigi belakangnya beberapa udah tumbuh gigi tetapnya. Secara keseluruhan kondisi gigi Arfa lebih baik daripada Kika. Waktu dokter nya periksa gigi yang numbuh di gusi itu, ternyata 2 gigi tepat dibawah si gigi super gede yang baru numbuh itu udah pada goyang.

Gak lama kemudian dokter minta ijin buat ngomong sebentar ama orangtua nya. Jadi waktu dipanggil ke ruangan lain, bu dokter jelasin bahwa emang gigi nya yang bawah sudah goyang, tapi akar gigi nya masih sangat kuat. Kalau pake anestesi lokal, menurut dokternya pasti Arfa akan kesakitan karna dia akan agak susah cabutnya. Jadi dokter minta ijin ke kita, orang tua nya buat melakukan anestesi yang pake suntik itu buat cabut gigi nya Arfa. Aku langsung setujuin, aku bilang : Gak apa dok, disuntik aja kalo itu yang terbaik daripada anaknya kesakitan dan trauma gak mau ke dokter gigi lagi. Lagi pula sampai saat ini kalo Arfa disuntik, baik itu suntikan ke anggota badan ataupun karna harus diambil darah, dia gak pernah nangis sih.

bdc7 bdc8

Dokter nya masuk ruangan lagi dan dia jelasin ke Arfa apa yang mau dilakuin, sambil asisten dokternya nyiapin semuanya dokternya ngajakin Arfa ngobrol lagi. Begitu jarum dah siap, akhirnya disuntikkin ke Arfa beberapa kali. Aku sih gak kuat liatnya ya, cuma kuat liat sekali, tapi pas akhir akhir aku liat Arfa udah mulai meringis kesakitan 😦 aku ama babapnya semangatin dan ajakin dia ngobrol biar agak teralihkan ceritanya. Alhamdulillah akhirnya beres cabut 2 gigi nya itu tanpa Arfa nangis atau bahkan merengek sedikitpun *cium ciumin si bontotnya bubu deehhh*

Menurut dokter sama antara Kika dan Arfa, mereka kayaknya doyan emut makanan ya bu *ihikk iya bu dokter* naah itu salah satu yang bikin gigi nya begitu dan rahangnya jadi gak gitu berkembang. Karena dia emut makanan, jadinya kan ‘latihan’ buat tulang tulang rahangnya gak banyak, akhirnya begitu deh. Manalah gigi nya besar besar kan, hehehe.

Kalo ampe agak besar gigi Arfa tumbuhnya gede gede kayak yang sekarang ini tapi rahangnya tetap sempit, itu mau gak mau harus pake behel loh untuk mengatur posisi gigi nya. Duuhh jangan ampe deh ya. Waktu kecil dulu aku pun pernah pake behel dan tau gak enaknya gimana 😦 Dokter menyarankan anak anak dikasih makan permen karet yang sugar free untuk latihan tulang rahangnya.

Beres konsul dan tindakan, kita turun lagi ke lantai 1. Ini bedua HN udah tebak tebakan abis berapa. Prediksi kita bedua paling murah sejeti deeehh ya, pan itu tindakannya banyak. Kita prediksi segitu dengan memperkirakan biaya yang biasa dikeluarin HN kalo pengobatan ke dental clinic di Jakarta, tentunya udah di koreksi dikit disesuaikan dengan harga Bandung. Dan ternyata wakatu dipanggil dan si mbak nya bilang semua nya abis 400 ratus ribu sekian rupiah dikurangi diskon karena baru buka sebesar 20% jadi jumlah yang harus dibayar adalah…390ribu (tiga ratus sembilan puluh ribu).

bdc9 bdc10

Aku ama HN bengong, si mbak nya ampe jelasin itu udah semua ongkos buat tindakan hari itu. Kita makin bengong ! hahahhaha Alhamdulillah meni membahagiakan deehh itu pembayarannya 😀 Padahal kan tindakannya lumayan yaa…Cabut gigi 2 bijik plus disuntik pulak trus tambal permanen 1 dan bongkar tambal sementara 1 *keluarin buru buru duit dari dompet sebelum si mbak berubah pikiran hahahhahaa*. Sempet tanya itu diskon 20% ampe kapan, katanya ampe Maret 2014 *langsung kepikiran buat bersiin karang gigi sebelum Maret hahahaha* Sebelum pulang, daftar dulu buat Sabtu minggu ini dan sekalian juga daftarin Azka buat di cek kondisi gigi nya. Senangnyaaa dapet Dental Clinic yang pas di hati dan di kantong

Gangguan Penyerta Pada Disleksia

Kasus disleksia cukup sering beriringan dengan gangguan perilaku lain. Sekitar 30% kasus disleksia disertai dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) atau yang lebih dikenal dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Gejala ADHD yang utama adalah anak tidak bisa diam, tidak mampu menumpukan perhatian dalam waktu yang sesuai usianya dan bersikap impulsif (berbuat sesuatu tanpa pertimbangan, sekalipun mencederai orang lain maupun diri sendiri).

ADHD sendiri seringkali beriringan dengan gangguan perilaku lain yaitu Oppositional Defiant Disorder dan Conduct Disorder, yakni individu yang banyak menentang, membangkang bahkan melawan aturan aturan sosial.

Semakin banyak gangguan penyerta yang dimiliki seorang anak disleksia, semakin kompleks pula gejala klinis nya dan membutuhkan tata kelola yang seksama dari profesional.

Kasus disleksia yang tidak kunjung mendapatkan intervensi yang tepat sampai usia 9 tahun biasanya akan tetap menyandang kesulitan yang bermakna di sepanjang hidupnya.

————————————————————————————————————-

Disalin ulang dari tulisan dr.Kristiantini Dewi, Ketua Asosiasi Disleksia Indonesia di FB yang diterbitkan Senin, 17 Oktober 2016.

 

Berkunjung ke Museum Nasional

Sabtu, 3 September 2016 akhirnya berhasil untuk melakukan ‘family time’ dengan mengunjungi museum. Awalnya kita akan mengunjungi museum Satria Mandala, tapi karena berangkat sudah terlanjur siang, akhirnya diputuskan untuk mengunjungi Museum Nasional saja karena jam buka museum Nasional lebih panjang daripada museum Satria Mandala. Jam buka museum Satria Mandala setiap hari dari 08.30 sampai dengan jam 14.30 sedangkan museum Nasional sampai 17.00. Untuk hari libur keduanya sama yaitu hari Senin

Museum Nasional ini terkenal juga dengan nama Museum Gajah. Lokasi nya ada di jalan Medan Merdeka Barat. Kalo kita pake Trans Jakarta, kita tinggal turun di halte TJ Monas, posisi halte tepat di depan Museum Nasional ini. Kebeneran kemaren kita ke sini pake TJ, enak banget jadinya, pas turun langsung pintu masuk nya museum ini.

Museum Nasional ini banyak memamerkan koleksi benda benda kuno dari seluruh Nusantara. Museum Nasional juga sebagai sebuah lembaga studi warisan budaya dan pusat informasi edukatif kultural dan rekreatif. Konon lagi, seluruh koleksi yang ada hingga saat ini melebihi 140.000 buah tetapi tidak semuanya diperlihatkan untuk umum.

Dari 140 ribuan itu, koleksinya terdiri dari prasejarah, arkeologi, keramik, numismatik-heraldik, sejarah, etnografi dan geografi. Nah kalo nama Museum Gajah terkenal, menurut beberapa catatan yang gue baca salah satunya karena adanya patung Gajah yang tegak berdiri di depan pintu masuk sebelah kiri. Ada 2 landmark terkenal di museum ini sepanjang yang saya baca dan lihat, yaitu patung Gajah ini dan Karya Nyoman Nuarta yang tampak seperti pusaran air dengan orang orang yang terperangkap di dalamnya. Judul dari karya seni adalah ku yakin sampai disana. Patung Gajah yang terkenal itu, konon adalah hadiah dari Raja Chulalangkom dari Thailand pada tahun 1871, terbuat dari Perunggu.

Untuk harga tiket masuknya juga asik, yaa pada umumnya museum ya … wisata pendidikan murah meriah. Untuk orang dewasa Rp.5.000,- untuk anak anak Rp.2.000,- Begitu masuk, kita berada di semacam hall yang isinya arca dan patung patung. Salah satu yang terbesar dan tertinggi di hall ini adalah arca Adityawarman sebagai Bhairawa, arca ini merupakan salah satu kekayaan koleksi masa Hindu – Budha. Ini merupakan patung tertinggi, menurut yang gue baca disini tingginya mencapai 414 cm dengan berat kurang lebih 4 ton yang merupakan perwujudan Boddhisatwa (pancaran Budha) di bumi.

Setiap arca dan patung yang ada disana memiliki catatan di bawahnya. Gak semua kita baca, menurut catatan yang ada di dekat arca  tertinggi ini tokoh Bhairawa Budha merupakan salah satu perwujudan seorang bangsawan kerajaan Majapahit keturunan Melayu yang kemudian menjadi raja di daerah Sumatera. Karena patung ini cukup menarik perhatian beberapa pengunjung yang ada termasuk gue, akhirnya gue browsing browsing mengenai patung ini. Setelah browsing sana sini, gue nemu cerita dibalik patung ini di sini dan sini

Jadi ceritanya begini … Konon patung ini ditemukan di areal persawahan di tepi sungai Padang Roco, Kabupaten Sawah Lunto, Sumatera Barat. Pada saat ditemukan arca ini tidak dalam kondisi utuh terutama sandarannya. Terpahat dari batu tunggal, sebagian badan arca masih terpendam di dalam tanah. Semula masyarakat tidak menyadari jika benda itu merupakan peninggalan arkeologis. Mereka memanfaatkannya sebagai batu asah dan untuk menumbuk padi.

Dipercaya, arca ini merupakan perwujudan Raja Adityawarman, pendiri Kerajaan Pagaruyung di Sumatera Barat pada 1347. Nama Adityawarman sendiri berasal dari kata Sansekerta, yang artinya kurang lebih “Yang berperisai matahari” (adhitya: matahari, varman: perisai). Adityawarman adalah seorang panglima Kerajaan Majapahit yang berdarah Melayu.

Upacara memuja Bhairawa dilakukan oleh para penganut aliran Tantrayana, baik umat Hindu maupun Buddha, untuk dapat bersatu dengan dewa pada saat mereka masih hidup. Untuk itu mereka melakukan upacara jalan pintas yang disebut Pancamakarapuja.

Arca Bhairawa Budha ini menggambarkan ritual aliran Tantrayana yang mengorbankan manusia untuk mengusir sifat sifat jahat. Konon mangkuk yang dipegang itu berisi darah manusia untuk upacara ritual meminum darah. Trus gambaran manusia kecil dan kepala tengkorak yang diinjak adalah simbol simbol pengorbanan dalam ritual tersebut.

Konon lagi menurut informasi cerita masyarakat di sekitar daerah penemuan arca di kawasan daerah Padang Roso itu percaya bahwa daerah tersebut merupakan pintu gerbang pusat pemerintahan kerajaan Melayu. Keberadaan arca Bhairawa Budha pada waktu itu berdiri menghadap sungai Batanghari yang mengarah ke arah timur dan berfungsi sebagai markah tanah pada jaman itu.

Di depan arca Bhairawa ini terbentang taman yang menjadi salah satu spot foto favorit juga di Museum ini. Gak heran sih, memang indah penampakan taman ini. Di dominasi rumput hijau yang tertata rapi dan dibingkai pilar pilar kokoh berwarna putih di sepanjang kiri kanannya. Keren banget !

Dibalik pilar pilar itu tertata juga dengan rapi patung patung di sepanjang koridor itu. Foto atas ini gue ambil dari arah berlawanan dengan ruangan patung arca Bhairawa itu. Tempat gue mengambil foto ini semacam teras, ada beberapa bangku disana untuk duduk duduk santai. Enaknya di Museum ini gak terlalu berasa panas, entah ya apa karena banyak angin di semilir yang bisa masuk kah?

Selesai melewati berbagai arca dan patung kita masuk ruangan yang ada di sebelah kiri. Ruangan itu tempat menyimpan semua benda antik yang berbau Cina. Diantaranya guci guci, piring, gelas, mangkuk … Pokoknya barang pecah belah deh.  Semua kuno dan cantik cantik. Cuma gue aja yang gak tenang ada di ruangan ini. Karena apa? Karena para lelalki kecilku kan gak mau diem ya, takut aja gitu kalo lama lama disini.

Oya, disini tempatnya juga adem. Iya siihh emang pake AC, tapi karena lampunya juga temaram ditambah langit langit ruangan yang cukup tinggi, mungkin itu yang bikin ruangan nya adem. Oya perasaan was was dag dig dug juga yang bikin gue kelupaan dong mau poto poto koleksi cantik itu. Ahh sudahlah ya tak apa. Beres dari ruangan ini kita masuk ke ruangan yang berada di tengah.

Posisi masuknya tepat besebrangan dengan ruangan tempat arca Bhairawa itu. Ruangan ini tempat terpajanganya rumah rumah dalam bentuk miniatur dari seluruh Nusantara. Anak anak suka sekali di ruangan ini. Mereka baca satu persatu, jika ada yang seru menurut mereka langsung dibahas.


 

Salah satu rumah yang paling mereka minati dan senang untuk dibahas adalah rumah panjang dari suku dayak. Ini mungkin karena ‘rasa rasa’ horor dari cerita yang ada disitu ya. Jadi dijelaskan dalam penjelasannya bahwa di tiang tiang yang ada di beranda rumah itu biasa digantungkan juga kepala yang baru habis dipenggal.

Di bagian depan rumahnya juga ada patung yang dipercayai dapat mengusir roh roh jahat yang akan masuk ke rumah. Konon dalam rumah ini tinggal beberapa keluarga. Gue dan HN banyak foto foto miniatur rumah adat ini. Karena kami pikir siapa tau ntar ntar bisa bermanfaat. Kan suka ada tugas tugas yang berkaitan dengan rumah adat gitu.

Keluar dari ruangan yang penuh dengan miniatur rumah adat, kita masuk ke ruangan yang dipenuhi dengan barang barang khas Nusantara juga. Ada yang perahu suka asmat. Ini juga anak anak pada heboh, setelah mereka baca keterangan kalo perahu ini konon dipakai untuk mengantarkan arwah leluhur. Ah kenapa yang horor horor selalu menarik buat mereka sih?!

Koleksi khas nusantara yang terbagi menjadi beberapa ruangan. 2 Ruangan sebelum terakhir adalah yang memamerkan koleksi dari daerah Jawa. Pas masuk sejujurnya gue agak merinding merinding gimana gitu hehe. Apa mungkin karena anak anak seneng nya baca yang berhubungan ama mistis mistis ya, jadi kebawa merinding? Hehe

Ruangan paling ujung dari ruangan pameran koleksi khas Nusantara ini adalah peta Indonesia yang besar sekali. Hampir seluas dinding nya. Ada 3 Peta disana, 1 yang paling besar lalu ada 2 lagi yang lebih kecil kecil yang mengapitnya. Disekeliling peta dipajang gambar pahlawan Nasional.

Dari peta raksasa ini sebelah kanannya adalah pintu keluar yang mana juga pintu masuk Museum. Kami masuk ke sebelah kiri. Begitu masuk kita langsung masuk ke ruangan yang penuh dengan kaca. Kita bisa lihat karya Nyoman Nuarta dari sini. Lalu ada cafe di ujung ruangan, gue pernah baca testimoni temen gue di Path waktu dia berkunjung ke Museum ini, katanya kopi nya enak 😀 Wilayah ini disebut sebagai gedung baru.

Udah niat banget kepengen ngopi, tapi karena anak anak udah kebelet pengen masuk ruangan yang ada di sebelah kiri dan dipenuhi tentang segala hal tentang Purbakala, akhirnya niat itu gue tunda. Tapiii ternyata ini cafe bukanya gak sampe sore, belum jam 4 waktu kita keluar dari Gedung Baru itu, cafe nya dah tutup aja. Si bubu kuciwa deh …

Di Gedung baru ini terbagi menjadi 4 lantai. Lantai paling atas itu koleksi emas, tapi kita gak sampe atas karena dibuka nya ada jam jam khusus. Konon itu yang dipamerin emas asli. Lantai pertama tentang purbakala. Ada patung manusia purba sekeluarga, ayah ibu dan anak 🙂

Naik ke lantai 2, batu batu prasati gitu plus ada miniatur Borobudur juga, oya ada sedikit maket rumah adat disini. Karena udah mulai sore, mulai lelah kita yaa … gue gak terlalu antusias lagi hihiii jangan dicontoh yak. Lantai 3 tentang alat transportasi dan senjata. Anak anak tertarik dengan meriam yang panjang banget di lantai ini.

Beres dari lantai 3 itu kita langsung turun. Asalnya kepengen naik bus wisata yang tingkat itu, karena ternyata ‘pool’ nya depan Museum Nasional ini. Tapi gak jadi karena … penuh mulu hehe. Lain waktu ahh kepengen.

Karakteristik Anak Gifted

Sama dengan si sulung, si bontot kesayangan juga seorang disleksia. Hanya bedanya, si sulung very superior dengan disleksia diskalkulia, si bontot gifted dengan disleksia. Awalnya saya belum begitu paham. Setelah mengikuti group *silent member tea* plus sehubungan dengan rencana kepindahan kami dari Bandung, membuat saya semakin banyak menggali informasi tentang apa itu disleksia, diskalkulia, very superior dan gifted kid.

Informasi awal tentang GIFTED yang saya dapat dari group FB Sahabat Disleksia berdasarkan hasil copas KulWap DPSG Indonesia bersama dr.Kristiantini Dewi SpA adalah sebagai berikut :

Karakteristik profil gifted adalah sebagai berikut :

IQ sama dengan atau lebih dari 130.

Perfeksionis.

Akurat/presisi.

Pantang kalah/gagal.

Lebih nyaman bergaul dengan sesama gifted atau yanng seminat.

Minat terbatas/sempit tapi biasanya sangat fungsional *bedakan dengan asperger yang minatnya maladaptif*

Cenderung sangat mempertahankan pendapat dan ego nya, apalagi kalau yakin bahwa itu benar.

Sangat mempertanyakan alasan alasan dibalik suatu peraturan.

Jika sudah paham aturan tersebut akan sangat taat sehingga sangat ‘rigid’ dan tidak terima dengan orang lain yang tidak comply.

Sosial judgment yang tinggi (beyond his chornological age) atau …. malah lack of social interaction karena gifted prefer entertain himself rather than ‘susah payah’ berinteraksi sama orang  lain yang gak ‘se frekuensi’. Karenanya sering nampak ‘gak sopan’ karena anak gifted berani mempertahankan kemampuannya sekalipun berhadapan dengan yang lebih dewasa.

Gifted yang disertai dyslexia disebut TWICE EXEPTIONAL, ini yang paling banyak tampil dengan masalah interaksi sosial dan gangguan sosial emosi.

Selain ber komorbid dengan dyslexia, gifted bisa ber komorbid dengan ADHD, Dyspraxia, ODD dan CD.

FAKTA ILMIAH

  • Sekitar 70% anak gifted mengalami gangguan perilaku yang berdampak pada fungsi sosialnya.
  • Jarang sekali gifted murni yang tanpa komorbid.
  • penelitian retrospektif pada individu gifted dewasa menunjukkan sekitar 30% diantaranya mengalami GBE pada usia dininya.

Benar kalau ada gangguan fungsi sosial berarti ada indikasi perlu diintervensi. Karena jika kita mengelola gifted nya saja tanpa mengelola komorbid nya bisa dipastikan performance nya tidak maksimal. Karena pada usia < 3 tahun,baik gifted maupun autism sama sama menunjukkan gangguan interaksi sosial. Tapi jika diteliti dengan seksama akan terlihat perbedaannya.

Gifted, sekalipun lack of social interaction, tapi dia tetap mampu berinteraksi sosial kalau dia sedang mau ….. dan karena dia gifted maka kemampuan kemampuan perkembangan yang menunjukkan kognisinya pasti sudah terllihat jauh di atas usia kronologisnya.

Sedangkan pada autism …… dia memang tidak mampu memulai suatu jalinan interaksi. Juga tidak mampu mempertahankan suatu kondisi interaktif. Jadi gangguan interaksi sosialnya BEDA dengan gifted.

Lagipula, 70% autism kan memang keterbelakangan mental berat. Jadi, kita bisa cermati bahwa kemampuan kemampuan perkembangannya jauuuh di bawah usia kronologisnya.

Ayah #3 by Elly Risman

Beberapa ibu yang bertemu saya dikesempatan yang berbeda mengajukan pertanyaan yang sama pada saya ” Bu, kenapa ibu membahas terus tentang ayah akhir akhir ini?” Pertanyaan yang sudah saya duga dan akan banyak lagi ke depan, mungkin juga dari anda.

Ceritanya panjaaaaang. Diawal awal tahun pertama YKBH kami hanya bekerja sama dengan para ibu. Ibu ibu yang dulu anak mereka masih di TK atau SD, sekarang sudah kuliah bahkan sudah menjadi ibu dan ayah pula. Begitulah panjangnya waktu terentang, yang tidak sanggup menceritakan betapa sulitnya melibatkan ayah pada pengasuhan.

Tidak pernah ada ayah dalam pelatihan. Bila ada 5-10 orang ayah tampak oleh saya duduk dalam seminar saya, maka saya akan meminta ratusan ibu yang menjadi peserta untuk bertepuk tangan untuk menghargai kehadiran mereka. Saya memanggil ayah tersebut sebagai “ayah hebat”, lepas mereka datang dengan ikhlas ataukah “dipaksa atau diseret istrinya”.

Ayah ayah selalu ada dalam hati dan pikiran saya, bahkan dalam doa doa saya. Saya bermunajat agar Allah membuat hati ayah ayah Indonesia menjadi lembut dan fikirannya terbuka untuk menyadari peran dan tanggung jawabnya sebagai ayah, manusia pertama yang dianugerahi Allah amanah untuk melanjutkan kemanusiaan di muka bumi ini. Saya sangat bersungguh sungguh dan berjanji pada diri saya sendiri, suatu waktu sebelum saya menutup mata untuk selamanya saya sudah melihat tanda tanda keterlibatan ayah akan meningkat dalam mengasuh dan membesarkan anak anak mereka dengan cinta dan ketakutan pada Allah.

Kami lakukan berbagai riset, langsung ataupun berupa studi kepustakaan yang menghasilkan pengertian dan pemahaman kami tentang pentingnya peran ayah dari segi agama, psikologi, budaya bahkan dari sudut neuroscience. Kajian ini telah membantu kami untuk merumuskan berbagai cara dan taktik yang kami sosialisasikan pada ibu ibu pecinta parenting, bagaimana mereka harus berjuang untuk melibatkan ayah dalam pengasuhan.

Seiring dengan itu, berbagai upaya dilakukan oleh antara lain Bapak Haryadi Takariawan, Ayah Edi, Abah Ihsan dan kemudian bermunculan tokoh muda ke “ayah” an seperti ayah Irwan, Ustad Bendri dan berbagai nama lain yang tidak disebutkan satu persatu disini.

Bukan karena saya, tapi kini ada kajian ayah yang diselenggarakan oleh yang terhormat Ustadz Bakhtiar Nasir setiap bulan khusus hanya untuk dan calon ayah di AQL center yang beliau dirikan. Ada Father Forum yang digagas ayah ayah muda dari ITB Bandung, ayah Pendidik dan terakhir yang sangat menyentuh hati adalah kelompok Daddy – cation yang dimotori suami suami dari kelompok ibu ibu muda pecinta parenting : “Supermom” . Alhamdulillah !

Jadi, untuk ibu ibu yang sudah  mengajukan pertanyaan dan juga mungkin masih menyimpannya dalam hati, sekarang mengerti mengapa untuk beberapa bulan ke depan, kita masih akan membahas  seputar keayahan di FB ini, walaupun ini hanya merupakan kerikil dalam bangunan keterampilan menjadi ayah di negeri ini.

Pembahasan ini bukan berarti “menidakkan” banyaknya ayah ayah baik dan hebat di luar sana, tetapi kajian kami menunjukkan adanya pengikisan yang terjadi dari perjalanan waktu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap peran dan kemampuan seseorang untuk menjadi orang tua khususnya menjadi ayah.

Bagi saya dan adik adik saya, ayah dan ibu kami adalah model yang sangat kuat bukan saja dalam membentuk saya sebagai manusia, kakak, istri, ibu dan nenek tapi juga sumber ilham mengapa kegiatan parenting ini saya pilih untuk ditekuni di akhir usia saya. Seperti hal nya orang lain juga, bagi saya mengingatknya kedua orang tua saya saja telah membuat air mata saya berderai derai.

Ayah, sebagaimana dicontohkan dalam Al Qur’an telah memerankan hal yang luar biasa bagi saya, antara lain dalam mereparasi harga diri saya. Di luar apa yang anda lihat sekarang ini, saya yang kecil dulu adalah anak yang penyedih dan rendah dan tidak percaya diri karena saya hitam, kurus dan asmatis (menderita asma) pula. Ayah sayalah yang menghujamkan keyakinan pada Allah, membangkitkan kepercayaan diri yang runtuh, membangun semangat juang dan menciptakan saya sebagai pekerja keras yang tidak menjadikan “lelah” sebagai penghambat untuk mencapai tujuan.

Izinkanlah saya berbagi sedikit dengan anda mengapa saya dulu seperti itu. Setiap orang punya kisahnya sendiri, begitu juga saya. Banyak hal yang terjadi dalam hidup saya, tapi yang menghancurkan  kepercayaan diri saya adalah karena saya “dibully” oleh sepupu saya sendiri yang jauh lebih dewasa dan besar tubuhnya yang diajak oleh orang tua saya tinggal bersama kami. Setiap hari, diluar sepengetahuan orang tua saya, saya selalu diyakinkannya bahwa orang berkulit hitam seperti saya tidak pantas pake baju warna “terang”.

Orang yang berwajah tirus seperti saya, tidak akan punya masa depan yang cerah. Orang orang yang berhasil adalah yang berwajah bulat, seperti dia. Karena ini dilakukan terus menerus dan bahkan seringkali dalam bentuk ancaman, membuat pelan pelan saya membangun kepercayaan diri seperti yang ditanamkannya pada saya setiap hari. Apa yang dilakukan ayah saya? Persis seperti anda membawa kendaraan anda, apakah itu sepeda, sepeda motor atau mobil ke bengkel. Apa yang dilakukan oleh “orang bengkel” terhadap kendaraan anda?

Dia mengamati dan memeriksanya dengan seksama untuk mengetahui masalah kendaraan anda bukan? Itulah yang dilakukan ayah saya. Ayah dan ibu kami mempunyai kebiasaan mengumpulkan anak anaknya untuk bercerita, mengajarkan agama dan bermusyawarah  hal hal yang kecil kecil yang akan atau yang sudah terjadi dalam keluarga, mulai dari mau ganti cat dinding, kulit sofa sampai memilih warna mobil baru yang akan dibeli.

Beliau yang biasanya duduk berdampingan dengan ibu kami akan menanyakan pendapat satu satu dari kami. Kali ini, beliau hanya memanggil saya dan berkata ” Ayah lihat lihatlah ya akhir akhir ini kayaknya baju Elly itu itu saja. Jadi sudah waktunya ya Elly beli baju yang agak bagus bagus dan warnanya cerah ya”. Saya membantah pendapat ayah saya dan mengatakan bahwa saya punya baju yang cukup banyak dan memadai.

Ayah saya meningkahi dan menyodorkan kepada saya sejumlah uang yang lumayan banyaknya sehingga saya terkejut dan mengatakan ” Nah ini ayah kasih Elly uang untuk beli baju dan pergilah ke Pasar Baru sendiri (kami tinggal di sekitar Pasar baru – Jakarta Pusat) ” Saya menanyakan, mengapa sendiri, bolehkan saya mengajak teman atau sepupu saya  yang satu lagi yang tinggal juga bersama kami. ” Tidak ! ” jawab ayah saya tegas. Ayah sama mama ingin Elly pergi sendiri dan pilih baju yang Elly suka, yang bagus dan berwarna cerah, ujarnya.

Pergilah saya sendirian. Saya menggunakan waktu yang lama sekali untuk membeli bahan baju itu. Dulu bisnis garment belum berkembang seperti sekarang, jadi orang biasa membeli bahan baju bukan baju jadi. Pulanglah saya dengan lima potong bahan baju dan menghadap ayah dan ibu saya untuk menunjukkan pada beliau apa yang saya beli. Ketika saya membeberkan belanjaan di atas mejanya, Ayah saya terdiam dan memandang saya dengan mata yang berkaca kaca.

Beliau bertanya pada saya dengan suara yang parau menahan tangis : ” Mengapa Elly beli baju ini nak? ” Saya, tidak mengerti apa yang beliau maksudkan dan kembali bertanya : “Apa yang salah dengan pilihan Elly, yah? ” Beliau menanyakan saya : Mengapa saya membeli semua warna lembut : kuning muda, pink, biru dan hijau muda? Kemudian mengapa bahannya juga bahan murah : Poplin dan Bercolin (Nama sejenis katun waktu itu).

Saya terdiam sejenak untuk berfikir karena tidak menemukan jawaban bagi pertanyaan ayah saya tersebut dengan segera. Setelah terdiam agak lama sambil memandang beliau, saya mengatakan alasannya, karena menurut kakak sepupu saya itu, orang berkulit hitam seperti saya tidak pantas pakai warna cerah!

Ayah saya langsung bangun dari duduknya dan  menghampiri saya, memeluk badan saya dari samping, mengelus kepala saya sambil sedikit membungkukkan badannya beliau berkata : Ini uang masih tersisa banyak nak, makan dulu dan balik ke Pasar Baru, beli baju yang bagus, mahal dan berwarna cerah !

Saya berjalan kembali ke Pasar Baru sambil menangis. Saya sangat terharu, betapa ayah saya memperhatikan saya. Dalam hati saya pastilah beliau sudah lama mengamati saya, berunding dengan ibu saya, mencari cara untuk membuktikan apa yang sebenarnya terjadi pada saya dan kemudian menemukan cara yang sekarang beliau minta untuk saya lakukan. Saya terus menangis, menangisi penderitaan saya dalam diam dan sunyi di kamar saya setiap hari.

Menangisi halusnya rasa dan pertimbangan serta cinta yang ditunjukkan ayah saya pada saya … Saya tidak peduli orang di dalam angkot memperhatikan saya. Saya sangat sangat mencintai ayah saya. Saya pulang dengan baju yang lebih banyak, mahal, berwarna cerah dan membeberkannya lagi di hadapan ayah dan ibu saya. Barulah ayah saya tersenyum lebar sehingga nampak semua giginya mendekati dan memeluk saya sambil berkata : ” Ini baru anak ayah. Anak ayah yang cantik dan manis dan yang pantas memakai baju mahal berwarna cerah! ”

Alhamdulillah, kami sekarang dikaruniai Allah 6 orang cucu. Saya masih mengingat bagaimana ayah saya mengamati, memeriksa dan kemudian MEREPARASI HARGA DIRI SAYA. Luar biasa dampaknya bagi sisa hidup saya, sehingga anda mengenal saya seperti sekarang ini. Kalau ayah saya saja yang hanya lulus SD, veteran perang bisa mereparasi harga diri saya, mengapa tidak anda?

Saya mengingat dan menuliskan ini untuk anda dengan air mata, sambil dihati saya berdoa : Ya Allah, Engkau terimalah ayah ibuku. Lapangkan kuburnya dan jauhkanlah beliau ya Allah dari azab kubur dan api neraka. Engkau kasihanilah beliau ya Allah, sebagaimana beliau menyayangiku sepenuh hatinya sejak aku kecil hingga dewasa. Anugerahilah ayah dan ibuku ya Allah dengan syurgaMU yang Tinggi ! Semoga doa yang sama dipanjatkan tiada henti oleh anak anak anda kini dan suatu waktu nanti.

Dengan penuh cinta untuk semua ayah,

Bekasi, 20 Maret 2016


Ditulis kembali dari tulisan Ibu Elly Risman di Group FB Parenting With Elly Risman and family yang diposting pada 24 Maret 2016

 

 

CERITAKU … Buku Cerita nya Anak Disleksia

Kali ini aku mau cerita tentang suatu hal yang berhubungan dengan para pria kecil kesayanganku. Si Sulung dan Si Bungsu adalah anak anak dengan disleksia. Apa sih disleksia, akan aku bahas di postingan selanjutnya secara lebih detail ya. Di blog aku dulu, sudah pernah membahasnya sih, tapi tidak detail. Kenapa kali ini bisa detail? karena anak anak sudah masuk bulan ke 3 mengikuti terapi remedial untuk disleksia nya. Aku jadi lebih banyak lagi mendapatkan informasi dan berdiskusi dengan terapisnya Si Sulung dan Si Bungsu.

Buku ini aku beli di tempat anak anak terapi, direkomendasikan oleh Ibu Ilma, terapisnya si Sulung. Lihat dari judul depannya terlihat huruf yang tampak kebolak balik kan?! Buat anak normal mungkin agak aneh huruf yang terbalik seperti itu. Tapi untuk anak anak disleksia, seperti itulah huruf yang tampak oleh mereka, rumit! Belum lagi tanda baca dan angka, yang untuk anak disleksia dengan diskalkulia terlihat lebih rumit lagi.

Penulis buku ini adalah seorang mahasiswi bernama Indah Dwi Tjandra. Dia membuat buku tentang disleksia ini dari sudut pandangnya sebagai oberserver. Berkonsultasi dengan dokter Purboyo, dokter Kristiantini, Pak Fahmi dan Bu Ilma… kemudian terlahirlah buku ini.

Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, akan terlontar kata “eh ini kayak aku ya …” ternyata benar. Bahkan si Tengah yang bukan seorang disleksia saja sesaat sesudah membaca buku ini, belum sampai tamat bacanya loh … komentar yang keluar dari mulutnya ” ih kayak adek ya … iniiii kayak kakak banget ya …. ” hihihi …

Sebagian besar ciri ciri dan ciri khas anak disleksia di gambarkan secara jelas dalam buku ini. Untuk anak, pastinya lebih mudah menangkapnya. Untuk orangtua, sama juga 🙂 lebih mudah dan kalo aku sih dalam hati … komennya sama dengan si tengah.

Tergambar jelas, bagaimana dan apa kesulitan yang dihadapi oleh anak anak dengan disleksia. Tapi, Allah SWT menciptakan umatNya sedemikian sempurna. Dibalik kekurangan mereka, anak anak inipun memiliki kelebihan. Apa saja kelebihannya? Salah satunya tentang ‘sudut pandang alias point of view‘ mereka terhadap sesuatu hal bisa berbeda dari orang kebanyakan dan ‘thinking out of the box‘ nya yang selalu membuat kami, orang orang disekitarnya terbelalak, bengong terkadang disertai senyum dan gelak tawa.

Misalnya, jika anak diminta menggambar binatang yang ada di kebun binatang. Maka, anak normal akan menggambar sesuai dengan yang diperintahkan. Binatang yang ada di kebun binatang. Tapi, anak anak disleksia yang pada umumnya ketertarikan pada seni gambarnya cukup tinggi, akan menggambar hal tersebut secara detail, lengkap dengan kandang bahkan tepat makannya.

Karena disleksia adalah kesulitan belajar spesifik yang baru dapat benar benar ter deteksi setelah usia belajar di Sekolah Dasar ( kelas 1 SD ) maka tidak jarang untuk anak anak ini pengajar atau bahkan orang tua dibikin geleng kepala dengan beberapa kemampuan menulis,berhitung dan membaca yang perlu arahan ataupun pendampingan lebih.

Lihat kan tulisan yang kebolak balik itu? SiTengah awalnya agak sulit membaca tulisan itu langsung pada saat ia pertama kali membacanya. Tapi begitu si Sulung dan si Bungsu yang membuka buku ini dan membaca halaman ini, dengan lancar mereka membaca semua tulisan ‘aneh‘ itu. Bagi kita orang dewasa sih bisa juga ya dengan cepat membacanya 🙂

Selain bermasalah dengan kemampuan menulis, berhitung dan membaca, sebagian besar anak anak dengan disleksia mengalami masalah dengan daya ingat. Hmmm, inget gak film Finding Nemo? Dori, teman ayahnya Nemo mengalami ‘short term memory lost‘ Nah itu juga yang ada pada anak anak dengan disleksia. Kalo istilah si Sulung “ibu, aku itu susah ngerti tapi gampang lupa deh kalo pelajaran Matematika”

Sebelum aku tahu jika anak kami memiliki disleksia, hampir kesal rasanya mengajarkan dia pelajaran Matematika. Terutama jika sudah masuk materi soal cerita. Si Sulung tampak stress sekali jika menemukan soal cerita macam itu. Baca berulang kali, semakin dibaca dia semakin pusing 😦

Lain si Sulung, lain lagi dengan si Bungsu. Jika sang kakak pusing dan sulit sekali menghadapi angka angka dalam Matematika khususnya, Si Bungsu dia tidak suka dengan pelajaran yang mengharuskan dia membaca dan dalam menulis, dia cepat sekali merasa lelah. Belum lagi adaaaa saja huruf yang hilang dalam kalimat yang ditulisnya. Apalagi jika bertemu dengan double konsonan macam ‘pr’ ‘ny’ ….. dia pusing 😦

Membaca buku ini, selain kita seperti diputarkan film dimana anak kita menjadi pemerannya, kita orang tua dapat memberi penjelasan kepada mereka, apa sih disleksia? Kita bisa kasih tau kalo gak malu kok kita punya disleksia. Dan seperti tujuan awalnya aku beli buku ini, aku ingin anakku tahu kalo mereka itu seorang disleksia dan tidak perlu malu menjadi seorang disleksia.

Selama ini kami selalu tekankan pada mereka bahwa, Allah SWT Maha Adil, Maha Sempurna …. dibalik semua kekurangan yang dimiliki, Allah SWT juga tidak lupa menyelipkan banyaaakkk kelebihan yang DIA berikan. Dengan buku ini, anak jadi lebih mudah mencerna dan memahaminya. Yang paling utama, karena ini adalah buku bergambar, mereka mudah sekali mengerti dan menerima pemahamannya. Seperti yang ada di halaman awal pembuka buku ini yang aku suka sekali membacanya tulisan :

Anak anak adalah pelangi. Mereka hadir dengan warna yang berbeda beda, tapi setiap warnanya istimewa dan punya cerita.